Jumat, 15 April 2011

Teknik Perbanyakan Kopi secara Generatif

KATA PENGANTAR

Pertama-tama kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah, rahmat, dan inayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum ini. Laporan ini berjudulkan ” Teknik Perbanyakan Kopi secara Generatif”. Praktikum ini dilaksanakan selama ± 3 bulan di lahan Politeknik Negeri Jember. Benih yang digunakan dalam praktikum ini adalah benih kopi robusta BP 42 dan exelca yang diambil langsung dari kebun koleksi Politeknik Negeri Jember.
Praktikum yang dilakukan oleh penulis kali ini merupakan praktikum yang berisi sejumlah rangkaian penelitian. Dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh penulis inilah yang dijadikan 1 dalam laporan ini.
Akhir kata dari pembuka laporan ini, penulis mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman mahasiswa dan dosen-dosen pembimbing demi penyempurnaan laporan ini. Terima kasih atas perhatiannya.


BAB.I PENDAHULUAN
A. TUJUAN
Mahasiswa diharapkan mampu:
1. Melakukan persemaian bibit kopi robusta dan ekselsa.
2. Menentukan kriteria buah/biji yang bisa dijadikan benih.
3. Mengetahui daya kecambah bibit kopi.
4. Menjelaskan penyediaan bibit secara generatif.
5. Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada persemaian.
B. DASAR TEORI
Persemaian benih merrupakan perbanyakan secara generatif. Pembibitan merupakan langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan budidaya tannaman kopi. Pada dasarnya, bibit untuk keperluan budidaya tanaman kopi bias dibedakan menjadi dua, yaitu bibit vegetatif dan bibit generatif. Bibit generatif diperoleh denga cara menyemaikan benih. Bibit semai boleh digunakan, asalkan bibit tersebut berasal dari benih hasil persilangan pertama (hibrida) yang diperoleh dari penankar ang teerpercaya. Benih berasal dari tanaman yang yang sudah diisolasikan sehingga sifat unggulnya tidak tercenmar. Penanaman dengan benih yang dari kebun sendiri tidak disarankan karena biasannya sifat benih tersebut berbeda dengan innduknya. Akibatnya, keunggulan benih tidak dapat diduga.
Membuat benih sendiri dilakukan apabila akan membuat kebun kopi yang cukup luas sehingga diperlukkan bibit yang cukup banyak. Atau juga karena letak kebun yang sangat jauh dari tempat penjualan bibit sehingga menyulitkan pengangkutan. Membuat bibit sendiri memerlukan waktu lama dan keahlian khusus.
Untuk membuat bibit sendiri diperlukan tempat khusus. Tempat perrsemaian yang baru dibuka dan baru pertama kali akan digunakan harus disiapkan 15 bulan sebelum benih disemaikan. Selang waktu tersebut digunakan untuk menyiapkan pohon pelindung yang akan melindungi bibit.
Benih yang akan disemai tidak boleh berasal dari kebun sendiri atau tempat sembarangan, tetapi dari penangkar benih terpercaya.Benih yang akan disemai merupakan biiji kopi yang masih berkulit tanduk. Di tempat penangkarnya, benih ini diperoleh dengan cara memanen buah kopi yang sudah berwarna merah. Kemudian buah kopi dikups ssecarra hati-hati hingga daging buah terkelupas, tetapi kulitt tannduk yang keras masih membungkus biji. Lendir yang biasanya menempel pada kulit tanduk dihilangkan dengan cara diremas dalam abu gosok.

BAB II. METODOLOGI
A. Bedengan Persemaian
1. Alat dan Bahan
a. Alat : Gergaji, Tang, Cangkul, Parang, Meteran, Kawat, Ayakan, Ember, Angkong, Gembor.
b. Bahan : Bambu, Welit, Tanah, Pasir, Pupuk kandang, Furadan, dan Air.
2. Prosedur Kerja
a. Persiapan alat dan bahan
b. Ukur bedengan dengan lebar 120 cm, panjang sesuai kebutuhan dan arah memanjang Utara-Selatan.
c. Cangkul media dengan kedalaman ± 30 cm.
d. Campur media menggunakan pupuk kandang.
e. Beri lapisan pasir setebal ± 5 cm.
f. Taburi media pesemaian menggunakan Furadan.
g. Potong dua bambu dengan panjang 175 cm untuk tiang depan dan dua bambu setinggi 125 cm untuk tiang belakang.
h. Buat atap bedengan yang terbuat dari welit dengan arah menghadap ke timur.
i. Pipihkan beberapa potong bambu untuk dinding persemaian dengan ketinggian ± 25 cm dari permukaan tanah.
j. Benamkan benih ke bedengan persemaian dengan posisi datar ( bagian bawah ) hingga punggngnya terbenam sedalam ± 0,5 cm.
k. Buat jarak tanam benih 3 x 10 cm.
l. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore tetapi jangan sampai airnya tergenang.



B. Seleksi Benih


1. Alat dan Bahan
 Alat
• Bak
• Timba
• Karung
• Rafia

 Bahan
• Biji Kopi
• Abu Gosok
• Fungisida
• Air


2. Prosedur kerja
1. Menentukan pohon yang buahnya akan dijadikan benih.
2. Mengambil bak penampung biji.
3. Memanen buah kopi yang berwarna merah dan memasukkannya kedalam bak.
4. Memasukkan buah kopi kedalam karung, dan mengikatnya dengan kuat.
5. Menyelupkan karung beserta isinya ke dalam bak yang berisi air.
6. Setelah dirasa cukup basah kemudian biji kopi dikupas dengan menginjak-injak sampai biji terkelupas.
7. Membuka ikatan karung dan mengeluarkan buah kopi dari karung serta memasukkannya ke dalam bak yang berisi air.
8. Sebagian biji yang belum terkelupas dikupas manual dengan tangan.
9. Melekukan sortasi, membuang biji kopi yang terapung.
10. Mencuci biji kopi sampai bersih.
11. Untuk menghilangkan lendir pada kulit tanduk, biji kopi dibersihkan dengan menggunakan abu gosok.
12. Setelah dirasa keset/tidak berlendir, biji kopi dicuci dengan air.
13. Melakukan sortasi untuk menentukan biji kopi yang akan dijadikan benih, biji kopi yang dipilih yang seragam dan bernas.
14. Merendam biji kopi dengan fungisida +/- 5 menit.
C. Penanaman benih dalam media persemaian
Prosedur Kerja
 Menentukan jarak tanam sekitar 3 x 5 cm
 Menyiram media dengan furadan.
 Membuat lubang pada media persemaian
 Membenamkan benih ke dalam lapisan pasir dengan cara menghadap ke bawah ( bagian halus di atas ).
 Menutup rata benih dengan pasir hingga permukaannya rata.
 Menutup media dengan mulsa dari jerami kering.
 Menyiram bibit dalam media dengan air.
D. Perawatan dan pemeliharaan
 Melakukan penyiraman 2x sehari.
 Melakukan penyiangan terhadap gulma yang tumbuh di sekitar bibit.
 Menyiram media dengan furadan untuk mencegah pertumbuhan jamur.
 Meningkatkan intensitas sinar matahari dengan mengurangi atap untuk mencegah kondisi yang terlalu lembab.
E. Pengamatan terhadap bibit yang tumbuh
 Membuka mulsa pada media.
 Mengamati bibit yang tumbuh.
 Menghitung jumlah benih yang sudah muncul kalus.
 Menetukan percepatan tumbuh benih.

F. Persiapan Bedengan Pembibitan
Alat dan Bahan
Alat :
 Gergaji
 Parang
 Linggis
 Cangkul Bahan :
 Bambu
 Kawat
 Waring-waring
Prosedur Pelaksanaan
1. Lakukan pemetaan lahan yang akan dibuat menjadi tempat pembibitan,
2. Ukurlah panjang lahan 5,5 meter, serta lebar 3 meter sehingga membentuk sebuah persegi panjang,
3. Gali lubang pada tanah di setiap sudut dan tengah pada sisi panjang dengan menggunakan linggis sedalam 20 cm,
4. Ukurlah panjang bambu 5,5 meter dan 3 meter masing-masing sebanyak 2 buah,
5. Kemudian ukurlah bambu 2 meter (1,8+ 0,2) untuk penyangga setiap sudut dan tengah sebanyak 6 buah, lalu bentuk kuncian pada atas bambu untuk menyambungkannya dengan bambu yang lain,
6. Masukkan keenam bambu berukuran 2 meter tersebut pada setiap lubang, kemudian padatkan tanah disekitar bambu,
7. Pasang kedua bambu 5,5 meter, lalu kaitkan pada kuncian pada bambu 2 meter agar kuat dengan menggunakan kawat,
8. Selanjutnya pasanglah kedua bambu untuk lebar dengan menggunakan kawat pada kuncian bambu tersebut, dan
9. Pasanglah wiwiran (penutup dari plastik) pada bagian atas.


G. Transplanting
I. Alat dan Bahan
Alat-alat yang di gunakan
• Cangkul
• Besi Pelubang Polibag
• Songket
• Bambu/ kayu
• Gembor
• Penggaris
• Neraca
Bahan-bahan yang digunakan
• Pupuk kandang
• Pasir
• Tanah
• Bibit kopi dalam stadia kepelan dan saerdadu
• Pupuk NPK

II. Prosedur Kerja
1.Persiapan Media (Polibag)
a. Menyiapkan alat dan bahan
b. Melubangi polibag menggunakan besi pelubang dengan jumlah 6 lubang
c. Membuat campuran tanah,pasir,dan pupuk kandang sebagai media dengan perbandingann 2:1:1
d. Mengaduk campuran secara merata menggunakan cangkul
e. Mengisi polibag yang telah di lubangi dengan campuran media dengan penuh
f. Meletakkan polibag yang sudah terisi media di tempat yang sudah ditetapkan secara rapi
g. Menyiram media sampai basah secara merata

2.Transplanting Bibit Kopi
a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b. Membuat lubang tanam pada polibag sedalam 15 cm dengan bamboo/ kayu
c. Menyongket bibit secara hati-hati jangan sampai akarnya patah
d. Menanam bibit pada polibag yang telah telah disiapkan secara hati-hati
e. Menimbum bibit dan sambil menarik bibit kopi agar akarnya tidak bengkok
f. Menyiram bibit yang telah ditransplanting secar merata


BAB III. DATA DAN PEMBAHASAN

Tempat persemaian
Langkah awal dalam proses pembibitan adalah menentukan tempat persemaian. Adapun syarat tempat tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tempat persemaian dipilih dekat sumber air, mudah diawasi, bebas hewan ternak, bebas nematode dan dekat dengan pembibitan.
2. Arah bedengan memanjang ke Utara-Selatan agar penyinaran sinar matahari dapat mengenai seluruh bedengan persemaian.
Bedengan persemaian diberi lapisan pasir setebal 20 cm karena pasir merupakan media yang porus, pada saat benih tumbuh dan sampai pada stadium kepelan akarnya mencapai sekitar 8-15 cm dan akar tersebut bisa tumbuh optimal karena media tempat tumbuh akar tersebut terbuat dari pasir sehingga akar tidak mengalami stres.
Bedengan dibuat dengan panjang 260 cm dan lebar 120 cm. Atap naungan pada persemaian dibuat dengan ketinggian 175 cm di timur dan 125 cm di barat agar penyinaran pada pagi hari lebih optimal, sinar matahari pagi bisa masuk ke dalam bedengan sampai ± pukul 10.00. Sinar matahari pagi sangat berguna bagi pertumbuhan awal benih kopi. Bedengan diberi naungan dari welit untuk menghindari tetesan air hujan dan sinar matahari langsung.
Media perkecambahan hanya berasal dari pasir. Ini bertujuan agar memudahkan dalam pengambilan bibit sehingga terjadi kerusakan pada bibit. Selain itu apabila terjadi kelebihan dalam penyiraman akar tidak rusak. Media untuk menanam bibit harus subur dan gembur dengan demikian perakaran bibit dapat berkembang dengan baik.
Persiapan benih
Persiapan benih sangat diperlukan dalam teknik budidaya kopi. Dalam persiapan benih juga memperhitungkan kebutuhan benih dilapang, seperti daya tumbuh benih, seleksi bibit, kegagalan sambung, dan sulaman dilapang. Persiapan benih ini meliputi: Pemanenan, pengupasan, penyortiran dan perendaman biji. Yang lebih rincinya dijabarkan sebagai berikut:
1. Pemanenan buah.
Pemanenan dilakukan di kebun sendiri dari tanaman kopi robusta klon BP 42. Biji yang dipanen adalah biji yang sudah berwarna merah. Sebab biji yang berwarna merah sudah empunyai cadangan makanan untuk pembentukan embrio. Pada dasarnya tingkat kematangan buah sangat mempengaruhi perkecambahan benih. Benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologinya tercapai tidak mempunyai viabilitas tinggi (dapat mempertahankan kelangsungan pertunbuhan tanaman dan produksi yang optimal), diduga benih belum memiliki cadangan makanan yang cukup dan pembentukan embrio belum sempurna serta kemungkinan lain adalah biji busuk sebelum terjadi perkecambahan. Dalam pemanenan, buah kopi juga harus memperkirakan jumlah biji yang akan disemaikan. Dalam praktikum doperlukan biji kopi +/- 3 kg dari gelondong. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi cacatnya buah kopi sehingga pada akhirnya benih yang ada sesuai dengan keperluan/luas bedengan persemaian.
2. Pengupasan
Buah kopi yang telah dipanen kemudian dilakukan pengupasan. Dalam hal ini pengupasan adalah membuang kulit dan daging buah. Pada praktikum pengupasan dilakukan secara manual dengan memasukkan biji-biji kedalam karung, mencelupkannya kedalam air untuk kemudian dikupas dengan cara diinjak-injak. Hal ini berkaitan dengan efisiensi waktu, karena jika dikupas denga menggunakan tangan dapat dipastikan akan memakan waktu yang lama. Setelah biji terkelupas tampak diseluruh permukaan biji terbungkus oleh lendir, lendir ini harus dibersihkan dan unutuk membersihkannya digunakanlah abu gosok karena abu gosok memiliki tekstur kasar dan berdebu yang memudahkan dalam menghilangkan lendir. Pengupasa biji yang akan dijadikan benih ini bertujuan untuk mempercepat perkecambahan benih. Lendir pada biji kopi mengandung rasa sedikit manis sehingga jika tidak dibersihkan kemungkinan akan mengundang semut dan hama lainnya dalam persemaian. Selain itu jika benih disemai dalam keadaan masih berlendir, maka permukaan biji akan lembab dan menyebabkab biji berjamur. Hal inilah yang kemudian akan berpengaruh terhadap perkecambahan benih.
3. Sortasi
Sortasi bertujuan untuk memperoleh benih yang tingkat perkecambahannya seragam dan menghindari benih yang cacat. Seperti ukuran yang terlalu besar (kopi gajah), terlalu kecil, terbentuknya kopi lanang, dan kemungkinan kopi gabuk. Sortasi adalah pemisahan/pemilihan biji berdasarkan berat, ukuran dan bentuk benih.
• Berat benih
Penyortiran biji kopi dilakukan denga cara perendaman dalam air. Dari perendaman tersebut maka akan terlihat biji kopi yang mengapung dan yang tenggelam. Biji yang mengapung diambil sebab dimungkinkan bahwa biji kopi terlalu kecil ataupun busuk dan tidak bernas. Biji kopi yang tenggelam, dilakukan pengadukan secara berulang-ulang, dimaksudkan untuk biji yang berta jenisnya lebih kecil dari pada air dapat terlepas dari himpitan, tindihan dari kopi yang berat jenisnya lebih besar air (bernas), sehingga dapat disortir lagi.
• Ukuran benih
Biji kopi yang terlalu besar dan terlalu kecil tidak digunakan sebagai benih. Sebab biji yang terlalu besar dan terlalu kecil mempunyai daya kecambah yang tidak seragam/tidak bersamaan. Bila itu terjadi maka akan menyulitkan proses transplanting (pemindahan kepelan dari bedengan persemaian ke media polybag/pembibitan). Sebagian benih ada yang masih dalam keadaan serdadu dan sebagian lagi kepelan. Padahal syarata transplanting adalah ketika benih sudah dalam bentuk kepelan. Ketidakseragaman kenampakan akan membutuhkan pekerjaan yang nerulang-ulang dalam pemindahan serta penggunaan waktu menjadi tidak efisien. Maka dari itu, benih harus dipilih yang seragam tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, serta mempunyai beratkurang lebih sama. Benih yang berukuran besar dan berat mengandung cadangan makanan (karbohidrat, lemak, protein dan mineral) lebih banyak dibandingkan benih yang kecil. Sedangkan berat benih berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan dan produksi, karena berat benih menentukan besarnya kecambah pada saat permulaan dan berat tanaman pada saat dipanen.
• Bentuk benih
Dalam praktikum biji kopi dipilih yang cekungan bagian tengahnya tidak terlalu dalam/datar. Sebab menurut teori bahwa biji yang demikian merupakan jenis kopi lanang dimana dalam satu buah hanya terdapat satu keping lembaga. Jadi biji ini tidak baik digunakan untuk dijadikan benih. Bila itu terjadi maka kopi yang dihasilkan mempunyai keturunan sama dengan induknya dan tidak efisien sebagai biji.
4. Perendaman dengan fungisida
Setelah biji disortasi, benih yang akan disemaikan direndam dalam larutan fungisida selama +/- 5 menit, agar larutan meresap dalam kulit tanduk. Perendaman ini dilakukan untuk mencegah timbulnya jamur saat benih dalam persemaian yang akan menghambat proses perkecambahan.
Penanaman benih dalam media persemaian
Sebelum dilakukan pengecambahan/penanaman benih kopi, bedengan persemaian ditaburkan dengan furadan dan disiram dengan larutan fungisida dan insectisida secukupnya. Hal ini bertujuan agar benih terhindar dari serangan hama dan penyakit, baik berupa nematode, jamur, ataupun semut. Selain itu penyiraman juga dimaksudkan agar media tetap lembab. Selanjutnya dilakukan penanaman benih kopi. Pada dasarnya benih kopi ditanam dengan kedalaman 0,5-1 cm, jarak 3x5 cm. Tetapi pada praktikum benih kopi ditanam dengan kedalam lebih dari yang ditentukan, dan dengan jarak 3x10 cm. Perlakuan yang diberikan tidak sesuai dengan prosedur yang sebenarnya, sehingga memberikan dampak yang nyata pada benih kopi, yaitu benih kopi tidak dapat mencapai stadium serdadu dan kepelan pada waktunya akibat penanaman pada media yang terlalu dalam. Meskipun sifat pasir bersifat porus dan memberikan ruang untuk akar berkembang, tetapi pada kedalaman tertentu akar tidak dapat menjangkaunya. Mengingat butiran partikel dari pasir yang besar dan berat menyebabkan kecambah benih kopi sulit untuk menembus lapisan pasir, kekuatan/daya yang dibutuhkan lebih besar dari yang sebenarnya sehingga dapat memperlambat proses pertumbuhan benih tersebut untuk mencapai permukaan media, dan penerimaan sinar cahaya matahari pun juga terlambat dalam membantu kecambah melepaskan kulit benih pada stadium serdadu untuk mencapai stadium kepelan.
Tempat perkecambahan ini selalu dijaga supaya tetap lembab, hal ini dimaksudkan supaya kelembapan benih-benih tersebut tetap terjaga, di atas yang tertutup pasir tadi ditutup dengan lalang yang dipotong-potong antara 0,5-1 cm, dimaksudkan agar media tetap terjaga kelembapannya dan mengurangi evaporasi (penguapan) untuk mencegah kekeringan media.
Perawatan benih kopi pada bedengan perkecambahan.
Pada bedengan perkecambahan diadakan penyiraman dua kali tiap hari, tepatnya pagi dan sore hari. Tetapi tidak boleh terlalu basah. Karena kalau terlalu basah bisa menyebabkan biji menjadi busuk, selain itu juga dapat mendatangkan serangan jamur. Tetapi hasil yang ditunjukkan dari praktikum bahwa pengupayaan yang dilakukan berbanding terbalik dengan ketetapan sesungguhnya. Terlihat jelas bahwa diatas mulcha ditumbuhi banyak jamur, ini disebabkan karena intensitas penyiraman yang terlalu sering, mulcha yang digunakan pada media terlalu banyak dan kurangnya perkiraan kelembapan media terhadap penyiraman yang dilakukan. Upaya yang dilakukanuntuk mengurangi timbulnya jamur pada media yaitu dengan membuka seluruh mulsa, dan dilakukan penaburan furadan serta penyiraman media dengan larutan fungisida. Kemudian ditutup kembali dengan mulsa, tetapi ketebalannya dikurangi secara bertahap setelah benih mencapai stadium serdadu dan penghilangan seluruhnya setelah mencapai stadium kepelan. Penyiangan (pembersihan rumput) disekitar bedengan persemaian pun juga dilakukan.
Persiapan Bedengan Pembibitan
Hasil Pemetaan


Rencana Bentuk Bangunan

Bangunan Persemaian
Tinggi : 2 (1,8+0,2) meter
Panjang : 5,5 meter
Lebar : 3 meter

Gambar1. 1 Bangunan pembibitan tampak dari samping

Gambar 1. 1 Bangunan pembibitan tampak dari depan

Pada bangunan pembibitan yang penulis buat kali ini tidak menggunakan atap blabat sebagai penutup atasnya, melainkan dari jaring plastik berwarna hitam sebanyak 1 lapis. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kelembaban yang terlalu tinggi. Dengan perlakuan ini, intensitas sinar matahari yang diperoleh oleh bibit dengan kondisi demikian kurang lebih 65%. Dengan kondisi benih yang masih berada pada stadium serdadu (sebagian sudah memasuki stadium kepelan) hal ini masih dapat ditoleransi sebab akar sudah terbentuk dengan sempurna.
Pada pembuatan kali ini, penulis hanya menggunakan bangunan pembibitan yang telah dibuat sebelumnya oleh mahasiswa lainnya. Jadi penulis hanya perlu memperbaiki bangunan pembibitan ini dan membuat pemetaan dari bangunan ini. Banyak langkah penyempurnaan dalam perbaikan bangunan ini, antara lain :
• Memperbaiki atap,
• Memberi siku-siku pada setiap sudut bangunan,
• Mengikat kembali bambu-bambu yang berpasangan,
• Dan lain-lain
Bibit-bibit yang telah ditransplanting trsebut kemudian diletakkan berjajar menjadi 4 kolom, setiap kolom berisi sekitar 100 bibit, jarak antar kolom kurang lebih 50 cm untuk memudahkan dalam proses penyiraman maupun perawatan lainnya seperti penyiangan dan pemupukan. Jarak antar polibeg tidak dibuat berimpit, hal ini bertujuan untuk mencegah kemungkinan penularan penyakit dari tanaman yang terserang penyakit. Selain itu, penyiangan dilakukan secara intensif agar lingkungan pembibitan tampak bersih, selain itu juga untuk mengurangi persaingan unsur hara antara tanaman dengan gulma.
Pengamatan Daya Kecambah
Saat Penanaman
∑ benih Exelsa = 200 benih
∑ Benih Robusta = 300 benih

Setelah 42 Hari:
∑ Benih Exelsa = 32 benih
∑ Benih Robusta = 176 benih

Biji ditanam dengan cara dibenamkan pada pasir menghadap ke bawah, artinya bagian punggung di atas, dan bagian perut menghadap ke bawah. Biji yang disemaikan bisa dengan kulit tanduk atau tanpa kulit tanduk. Dalam penanaman lebih baik apabila biji tersebut dilepas kulit tanduknya, sehingga akan lebih cepat tumbuh dan tidak menjadi sarang penyakit. Tempat perkecambahan harus dijaga supaya tetap lembab. Untuk menjaga kelembapan biji-biji tersebut, diatas bedengan yang ditutup pasir tadi diusahakan ditutup dengan mulsa berupa lalang atau jeramih yang dipotong-potong antara 0,5-1 cm, kemudian dilakukan penyiraman 2-3 kali sehari tapi tidak boleh terlalu basah. Karena kalau terlalu basah bisa menyebabkan biji menjadi busuk.
Pada pengamatan hari ke 42 benih yang tumbuh menjadi stadium serdadu hanya sedikit. Hal ini disebabkan karena terlalu dalam ketika membenamkan benih pada media persemaian dan pasir pada media terlalu padat sehingga benih tidak kuat untuk terangkat ke atas. Selain itu, terlalu lembabnya media persemaian menyebabkan media ditumbuhi jamur, benih banyak yang busuk dan mati. Dari 300 benih Robusta yang berhasil tumbuh 176 benih sehingga presentasinya 58,67%. Sedangkan dari 200 benih exelsa yang ditanam, yang tumbuh hanya 32 benih. Presentasi tanaman exelsa yang hidup yaitu 16%, jumlah ini masih sangat kecil, masih di bawah standard daya kecambah benih normal.

Transplanting
Data Tinggi dan Panjang Akar pada Saat Transplanting ( 12 September 2008 )
ROBUSTA
Sample Tinggi (cm) Panjang Akar (cm)
1 4.0 10,9
2 3,1 8.0
3 3,8 11,5
4 2,7 8.0
5 3,5 9,7

EXCELCA
Sample Tinggi (cm) Panjang Akar (cm)
1 4,5 6,7
2 4,0 4,6
3 3,9 5,4
4 4,3 6,4
5 4,6 5,3

Bibit kopi ditransplantingkan ke dalam polibag saat bibit sudah mencapai fase kepelan, daun lembaga sudah membuka dan berwarna hijau. Benih kopi dapat mencapai stadium kepelan sekitar umur 2 – 3 bulan. Tetapi dapat pula terjadi pada usia sekitar 2 bulan bibit beum mencapai fase serdadu. Hal ini dapat disebabkan karena kesalahan pada tahap penyemaian. Kesalahan yang terjadi misalnya adalah pada tahap pemendaman benih yang terlalu dalam.



Pada praktikum ini bibit kopi ditransplantingkan pada usia sekitar 2 bulan. Bibit kopi ekselsa ditransplantingkan masih dalam fase serdadu, sedangkan bibit kopi robusta sudah dalam fase kepelan. Pada robusta rata-rata tingginya tidak berbeda jauh dengan ekselsa yang masih dalam fase serdadu yakni sebesar 4 cm pada robusta dan 5 cm pada ekselsa. Sementara panjang akar rata-rata pada robusta lebih tinggi dari ekselsa, yakni 8,0 cm pada robusta dan 5,3 cm pada ekselsa.
Walaupun sebagian besar bibit masih dalam fase kepelan, terutama ekselsa tetapi usia bibit sudah siap ditransplantingkan melihat bahwa akar bibit sudah cukup panjang untuk dapat ditransplantingkan. Ketika melakukan penanaman dalam media polibag, akar bibit tidak boleh sampai bengkok, karena dapat mengganggu kelancaran akar yang berfungsi dalam menyerap unsur hara sebagai sumber makanan. Selain itu hal yang perlu diperhatikan ialah bibit yang siap ditransplantingkan jangan dibiarkan terlalu lama berada di luar, tetapi segera tanam bibit dalam media polibag Karena apabila terlalu lama di luar, dikhawatirkan bibit layu dan akhirnya mati.
Setelah bibit ditanam di dalam media polibag, media harus segera disiram untuk memadatkan media serta untuk memenuhi kebutuhan air bibit sehingga bibt tampak segar kembali. Tindakan lanjutan yang penting dalam pemeliharaaaan bibit di media pembibitan ialah dengan melakukan pemupukan untuk menambah unsur hara tersedia untuk pertumbuhan dan perkembangan bibit serta untuk memperbaiki struktur tanah dalam polibag dengan cara membenamkan pupuk di sekeliling bibit pada usia 3 bulan dan 5 bulan. Selain itu perlu juga dilakukan penggemburan media secara berkala. Penyiraman tetap perlu dilakukan 1 -2 hari sekali tergantung kelembaban tanah. Sementara penyiangan dilakukan bila ada gulma yang tumbuh di sekitar bibit.


BAB IV. KESIMPULAN
• Benih yang digunakan dalam perbanyakan secara generatif adalah benih yang terseleksi yaitu benih yang memiliki ukuran seragam dan bernas.
• Diperlukan pengawasan secara intensif terhadap benih selama masa perkecambahan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
• Ada perbedaan yang nyata daya kecambah benih kopi robusta dan excelca, aykni sebesar 58,7% untuk benih kopi robusta dan 16% untuk excelca.
• Penyediaan benih secara generatif dilakukan untuk memperoleh bibit kopi yang memiliki keunggulan tertentu, diantaranya adalah memiliki penampakan yang kokoh.
Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap persemaian antara lain keadaan benih, kelembaban media, dan pengawasan di lapang.


Read More...

Laporan Praktikum Pembuatan dan Aplikasi Geer

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Instruksional Khusus

Mahasiswa diharapkan mampu:

· Melakukan pembuatan Geer dengan benar.

· Mengaplikasikan Geer yang telah dibuat pada tanaman budidaya.

· Menghitung jumlah HKO dan biaya dalam proses aplikasi Geer pada tanaman budidaya konversi dalam area 1 Ha.

1.2 Teori

Tanah sangat penting artinya bagi usaha pertanian karena kehidupan dan perkembangan tumbuh-tumbuhan dan segala makhluk hidup di dunia sangat memerlukan tanah. Akan tetapi arti yang penting ini kadang-kadang diabaikan oleh manusia, sehingga tanah tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Tanah menjadi gersang dan dapat menimbulkan berbagai bencana, sehingga tidak lagi menjadi sumber dari segala kehidupan.

Penggunaan pupuk buatan (anorganik) memberikan dampak yang negative terhadap sector pertanian. Salah satunya ialah dapat mengakibatkan tanaman menjadi sangat rawan terhadap hama, meskipun produktivitasnya tinggi namun tidak memiliki ketahanan terhadap hama.

Salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi tanah serta untuk memperoleh hasil produksi yang maksimal, murah dan ramah lingkungan adalah penggunaan pupuk organic. Pupuk organik merupakan pupuk dengan bahan dasar yang diambil dari alam dengan jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung secara alami (Musnamar, 2003). Dapat dikatakan bahwa pupuk organik merupakan salah satu bahan yang sangat penting dalam upaya memperbaiki kesuburan tanah secara aman, dalam arti produk pertanian yang dihasilkan terbebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia sehingga aman dikonsumsi.

Secara kualitatif, kandungan unsur hara dalam pupuk organik tidak dapat lebih unggul daripada pupuk anorganik. Namun penggunaan pupuk organik secara terus-menerus dalam rentang waktu tertentu akan menjadikan kualitas tanah lebih baik dibanding penggunaan pupuk anorganik (Musnamar, 2003). Selain itu penggunaan pupuk organik tidak akan meninggalkan residu pada hasil tanaman sehingga aman bagi kesehatan manusia. Bahkan produk-produk yang dihasilkan akan diterima negara-negara yang mensyaratkan ambang batas residu yang sudah diberlakukan pada produk tertentu seperti teh dan kopi.

Saat ini ada beberapa jenis pupuk organik sebagai pupuk alam berdasarkan bahan dasarnya, yaitu pupuk kandang, kompos, humus, pupuk hijau, dan pupuk mikroba (Musnamar, 2003). Sedangkan ditinjau dari bentuknya ada pupuk organik cair dan ada pupuk organik padat. Sebagai contoh kompos merupakan contoh pupuk organik padat yang dibuat dari bahan organik padat (tumbuh-tumbuhan), sedangkan thilurine adalah pupuk organik cair yang dibuat dari bahan organik cair (urine sapi). Pupuk organik dapat dibuat dari limbah, contohnya limbah peternakan sapi perah, baik berupa feses maupun urinenya dapat dijadikan bahan pembuatan pupuk organik.

Saat ini dikembangkan suatu metode untuk mengolah kotoran sapi (feces) menjadi geer. Geer dibuat dengan berbahan dasar kotoran sapi dicampur air dengan perbandingan tertentu yang difermentasikan di dalam sebuah bak tertutup. Pembuatan Geer ini perlu juga ditambahkan EM4 untuk memfermentasikan bahan organic menjadi senyawa anorganik. Dalam aplikasinya EM4 dapat diganti dengan urea atau ZA. Pemanfaatan Geer banyak dikembangkan di beberapa perkebunan kopi dan kakao karena kandungan senyawanya yang menguntungkan.

BAB II. METODOLOGI

2.1 Waktu dan Tempat

Hari/tanggal : 10 Desember 2008 (Pembuatan)

23 Desember 2008 (Aplikasi)

Tempat : Kebun Koleksi Politeknik Negeri Jember

2.2 Alat dan Bahan

Alat

- Tendon

- Timba

- Cangkul

- Lempag

- Stopwatch

Bahan

- Kotoran Sapi Perah

- Air

- ZA

2.3 Prosedur Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Membuat lubang dengan dameter sesuai dengan diameter tendon untuk memendam tendon. Pembenaman tendon disarankan dilakukan dekat dengan sumber air dan tempat aplikasi.
3. Melakukan penyampuran kotoran sapi perah dan air dengan perbandingan 1 : 10 di dalam tendon kemudian aduk hingga rata setelah ditambah dengan ZA dengan perbandingan 60 Liter Campuran : 6 ons ZA.
4. Membenamkan tendon dalam tanah hingga setengah 2/3 bagian tendon terbenam.
5. Aplikasikan Geer setelah 2 minggu dengan perbandingan antara Geer dan air dalam timba ukutran sedang 1 : 4 untuk satu tanaman.
6. Hitung HKO dan biaya yang diperlukan dalam aplikasi Geer.

BAB III. HASIL PENGAMATAN

Pembuatan geer, dengan bahan-bahan:

- Kotoran (feces) sapi perah dan air dengan perbandingan 1: 10 dan menghsilkan campuran 60 ml.

- ZA : 600 gr

Berdasarkan kegiatan praktikum aplikasi geer diperoleh data HKO sebagai berikut:

Perbandingan geer dan air adalah 1 : 4

Populasi : 11 tanaman

Waktu : (9 menit x 3 orang)/11 tanaman

: 2,45 mnt/tan x 1600 tan = 3920 mnt/ha

: 65,33 jam/4 = 17 HKO

Biaya : Rp. 15.000,00 x 17 HKO = Rp. 255.000,00

Mandor : Rp. 25.000,00

Jumlah : Rp. 280.000,00

BAB IV. PEMBAHASAN

Proses pembuatan geer merupakan proses perombakan bahan-bahan organic menjadi senyawa-senyawa organic dengan jalan fermentasi. Bahan dasar pembuatan geer adalah kotoran sapi yang bisa berasal dari sapi biasa ataupun sapi perah. Pada paraktikum kali ini yang digunakan adalah kotoran sapi perah. Jenis unsure hara yang terdapat pada setiap jenis sapi berbeda-beda.

Pupuk organic dari kotoran hewan disebut sebagai pupuk kandang. Kotoran yang dimanfaatkan dapat berupa kotoran padat atau cair yang digunakan secara terpisah maupun secara bersamaan. Lebih lanjut pupuk kandang padat yang berasal dari kotoran sapi difermentasikan sehingga tercipta geer.

Pupuk kandang mengandung unssur hara lengkap yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman karena mengandung unsure makro seperti nitrogen, fosfor, serta kalium, dan unsure mikro seperti kalsium, magnesium, dan sulfur. Komposisi kandungan unsure hara pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain umur hewan, keadaan hewan, jenis makanan, bahan hamparan yang dipakai, serta penyimpanan sebelum diaplikasikan ke lahan. Selain mengandung unsure hara makro dan mikro, pupuk kandang juga dilaporkan mengandung hormone seperti creatin, asam indol asetat, dan auxin yang dapat merangsang pertumbuhan akar. Namun, seberapa jauh tingkat keakurasiannya perlu diteliti lebih lanjut.

Jenis ternak dan kandungan unsure hara (kg/ton) N-P-K :

Sapi perah : 22,0 - 2,6 - 13,7
Sapi potong : 26,2 - 4,5 - 13,0

Pupuk kandang melepaskan unsure hara secara bertahap. Sepertiga sampai setengah N-organik dari pupuk kandang akan dilepaskan tahun pertama aplikasi sisanya menjadi residu yang akan dilepaskan sekitar 5% tiap tahunnya. Dalam geer kandungan unsure hara menurut sumber yang didapatkan akan bereaksi pada tanaman setelah 2 bulan aplikasi. Sehingga hasil dari pupuk geer dapat dilihat 2 bulan kemudian setelah aplikasi.

Pembuatan pupuk geer ini dinilai sangat efektif karena disamping biayanya yang murah, pembuatannya mudah juga unsure hara yang dihasilkan tidak kalah dengan pupuk anorganik bagi pertumbuhan tanaman. Kandungan unsure N dalam geer sangat tinggi sehingga tanaman tidak dikhawatirkan kekurangan N. Kotoran sapi yang biasanya hanya dibuang dan baunya mencemari lingkungan maka dapat dimanfaatkan menjadi geer yang mempunyai nilai lebih. Kotoran sapi bersifat panas apabila langsung diaplikasikan dalam tubuh tanaman tanpa menunggu adanya proses penguraian sehingga sangat merugikan. Dengan adanya geer sehingga banyak menguntungkan petani di tengah melonjaknya harga pupuk di pasaran.


Gambar 4.1 Proses Pencampuran Kotoran Sapi

Penelitian lebih lanjut tentang kandungan-kandungan pada geer memang perlu dilakukan karena pada kenyataan di lapang penggunaannya memberikan hasil yang optimal bagi pertumbuhan tanaman kopi, walaupun hasil pada tanaman akan nampak 2 bulan setelah aplikasi. Bahan yang dipergunakanpun relative murah dan dapat ditemukan dengan mudah. Penggunaan geer dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan pupuk-pupuk kimia yang tidak baik untuk lingkungan. Pupuk geer sebagai salah satu pupuk organic tidak menimbulkan residu yang berbahaya, bahkan penggunaan secara terus menerus akan mengakibatkan semakin baiknya kondisi tanah. Oleh karena itu penggunaan pupuk-pupuk organic khususnya geer perlu dimaksimalkan.



Gambar 4.2 Proses Fermentasi Dilakukan di Dalam Tandon

Dalam prosesnya pembuatan geer ini dimulai dengan melakukan pencampuran antara kotoran sapi dan air dengan perbandingan tertentu kemudian ditambah dengan EM4 atau bisa dengan menggunakan urea atau ZA dengan perbandingan tertentu pula. Perbandingan Kotoran sapi dengan aiar adalah 1 : 10, perbandingan campuran dan urea adalah 200 liter : 1 kg, apabila menggunakan ZA maka perbandingannya 200 liter : 2 kg. Dalam praktikum ini volume campuran adalah 60 liter, maka massa ZA yang doperlukan adalah sekitar 6 ons.

Aplikasi geer dilakukan dengan perbandingan 1 : 4 (geer + air). Aplikasi dilakukan setelah fermentasi selama 2 minggu. Kebutuhan HKO berdasarkan praktikum per satuan hektar adalah 17 HKO + 1 Mandor sehingga biaya total yang diperlukan adalah Rp. 280.000,- sesuai dengan hasil pengamatan pada BAB III. Factor yang paling menentukan sehingga pekerjaan berjalan dengan lancer adalah jarak antara tempat aplikasi dan letak sumber air.

BAB V. KESIMPULAN

Berdasarkan kegiatan praktikum dapat disimpulkan:

· Pembuatan pupuk geer merupakan kegiatan merombak bahan-bahan organic yang berasal dari kotoran sapi menjadi senyawa-senyawa organic.

· Senyawa-senyawa organic tersebut sangat diperlukan tanaman karena mengandung unsure makro dan unsure mikro.

· Unsur hara dalam geer akan terlihat hasilnya setelah 2 bulan aplikasi yang menunjukkan hasil yang optimal.

· Pembuatan geer serta tempat aplikasi sebaiknya dilakukan dekat dengan sumber air sehingga efektif.

· Dalam area 1 Ha diperlukan 17 HKO.

Read More...

Minggu, 13 Maret 2011

Rahasia Kulit Pisang

Kulit pisang sering membuat orang jatuh terpeleset saat menginjaknya, sehingga dianggap sebagai sampah yang paling menyebalkan. Padahal sebenarnya kulit pisang punya beragam manfaat, mulai dari mengobati kutil hingga mengkilapkan sepatu.


Salah satu manfaatnya seperti yang pernah ditulis detikHealth adalah memurnikan air. Menurut sebuah penelitian di jurnal Industrial & Engineering Chemistry Research, kulit pisang bisa menyaring logam berat terutama timbal (Pb) dan tembaga (Cu).

Dalam penelitian tersebut, kulit pisang yang digunakan tidak dimodifikasi melainkan hanya dicincang kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam air ayng tercemar. Cincangan kulit pisang bisa dugunakan hingga 11 kali tanpa kehilangan kemampuannya untuk menyerap logam berat.

Sementara itu dikutip dari Re-nest.com, Minggu (13/3/2011), masih banyak manfaat lain dari kulit pisang selain untuk memurnikan air. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Meredakan nyeri
Minyak nabati yang terkandung dalam kulit pisang punya senyawa tertentu yang berkhasiat sebagai pereda nyeri. Tempelkan kulit pisang yang bersih dan masih segar untuk mengurangi rasa nyeri pada luka bakar atau tergores.

2. Mengatasi gatal
Gatal-gatal akibat gigitan serangga atau alergi ringan bisa diatasi dengan kulit pisang. Caranya cukup dengan menempelkannya di permukaan kulit yang terasa gatal.

3. Mengobati kutil
Kulit pisang diyakini punya aktivitas antivirus, sehingga banyak yang menggunakannya untuk mengusir kutil dari permukaan kulit. Caranya dengan menempelkan kulit pisang, lalu ditahan dengan plester dan dibiarkan hingga sembuh dengan sendirinya.

4. Mempercepat kesembuhan luka
Luka yang sudah mulai kering terasa gatal karena tertutup serpihan kulit mati yang mengeras. Serpihan itu bisa dihilangkan lebih cepat hanya dengan mengoleskan kulit pisang, karena akan bereaksi dengan enzim yang terkandung di dalamnya.

5. Menyuburkan tanah
Tidak hanya untuk campuran kompos, kulit pisang bisa langsung ditimbun begitu saja ke dalam tanah untuk menyuburkan tanaman di sekitarnya. Kulit pisang memiliki kandungan potassium yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman.

6. Mengkilapkan tanaman hias
Berbagai tanaman hias semacam anthurium, gelombang cinta dan sejenisnya akan lebih menarik jika daunnya tampak hijau mengkilap. Gunakan sisi dalam kulit pisang yang teksturnya lunak untuk memolesnya, maka dedaunan itu akan mengkilap dan lebih tahan lama.

7. Mengkilapkan sepatu
Tidak perlu panik jika suatu saat kehabisan semir sepatu, asalkan ada pisang di lemari es. Kupas biuahnya, lalu gunakan kulitnya untuk memoles sepatu kulit agar tampak mengkilap seperti habis disemir.
Sumber

Read More...

Sabtu, 05 Maret 2011

PERJALANAN

Dengan Bus malam, ku pulang sendiri
Mengikuti rasa rindu... pada kampung halamanku...
Pada ayah yang menunggu...
Pada Ibu yang mengasihiku...


Harapan Baru : Trayek Banyuwangi - Trenggalek
Pelita Indah: Trayek Trenggalek - Surabaya


Read More...

Selasa, 14 Desember 2010

Nikmatnya Espresso

Asal-usul Espresso
Pertama kali espresso dikembangkan di Italia sebagai negara penghasil rasa kopi yang sangat enak. Namun di berbagai negeri dan kebudayaan juga mengembangkan metode pembuatan minuman sejenis espresso. Misalnya di Indonesia, espresso dikenal juga sebagai kopi tubruk atau kopi yang tidak disaring. Meski ada sedikit perbedaan meski cara ekstrasinya sama. Perbedaannya adalah kopi tubruk biasanya memiliki ampas.

Bagaimana rasa espresso? Bagi pencinta kopi sejati, mereka sangat menggemari espresso karena memiliki citarasa kopi yang sebenarnya. Aroma kopi pada secangkir espresso sangat kuat dan harum. Espresso juga kaya akan rasa kopi. Karena pekat, espresso cenderung lebih kental dan lembut. Rasa dari espresso yaitu manis bercampur pahit. Ada juga yang mengatakan manis seperti karamel.

Espresso biasanya disajikan pada cangkir yang kecil mengingat kepekatan kopi dalam secangkir espresso. Secangkir espresso biasanya hanya sekitar 40 mililiter. Dan cara penyajiannya yaitu langsung disajikan setelah dimasak dan biasanya dihidangkan bersama gula dalam cangkir kecil. Hal ini akan membuat aroma dan keharuman kopi benar-benar terasa nikmat.



Pembuatan Espresso
Bagaimana cara mengolah espresso? Jika cara memasak espresso tepat, maka pada bagian atas secangkir espresso terdapat suatu lapisan yang disebut crema yang berupa buih berwarna emas kecokelatan. Lapisan ini bisa diperoleh jika telah dilakukan proses yang benar dan dihasilkan dengan susah payah, yang menambah kelembutan dan mempertahankan sebagian aromanya. Jika pembuatan espresso tidak benar maka espresso terasa pahit. Espresso yang benar pembuatannya seharusnya terasa manis kepahit-pahitan. Jika cangkir Anda terlalu penuh atau kopinya tidak berlapis crema, maka kopi yang disajikan kepada Anda kemungkinan keras dan terlalu lama diekstrak dan dimasak. Jadi jika Anda berada di resto atau kafe dan memesan espresso, Anda sebaiknya memperhatikan cangkir dan rasa espresso tersebut apakah sudah memenuhi syarat secangkir espresso.


Cara membuat espresso yaitu dengan menggunakan racikan biji kopi pilihan. Biji kopi pilihan tersebut kemudian disangrai sampai berwarna cokelat gelap namun jangan sampai kehitaman. Setelah itu digiling lebih halus daripada kopi biasa. Namun, proses memasak espresso yang cukup unik. Espresso dimasak dengan memanfaatkan tekanan uap. Sedangkan jumlah kopi yang digunakan untuk satu porsi penyajian espresso sekitar dua pertiga jumlah kopi untuk membuat kopi biasa, namun dengan menggunakan jumlah air yang jauh lebih sedikit. Proses memasaknya mengeluarkan esens dari biji-biji kopi.

Untuk membuat espresso, Anda bisa menggunakan beberapa alat berikut yang dapat dibeli dengan mudah. Yang paling murah adalah teko khusus pembuat espresso. Namun hasilnya adalah kopi yang tidak terlalu kental dan tidak terlalu banyak crema. Alat lainnya adalah mesin uap listrik. Sedangkan yang paling mahal adalah mesin piston dan mesin pompa. Keduanya akan menghasilkan tekanan yang cukup besar untuk menghasilkan espresso dengan kualitas terbaik.

Tetapi jika Anda tidak menyukai kopi yang pekat seperti espresso, maka Anda bisa membuat varian kopi lainnya dengan bahan dasar espresso. Ada beberapa jenis minuman yang menggunakan bahan dasar espresso misalnya cappuccino atau bisa juga dibuat menjadi caffe latte bercampur krim.



Apakah Espresso Berbahaya?
Kopi memiliki kafein yang memiliki bahaya untuk kesehatan tubuh. Secangkir espresso yang adalah kopi pekat memiliki kadar kafein lebih tinggi dari kopi biasa. Kafein yang terkandung dalam kopi memiliki efek stimulan yang tidak baik untuk kesehatan. Kafein dapat menyebabkan seseorang sulit tidur. Kafein juga menyebabkan seseorang sulit mengendalikan emosi serta sulit berkonsentrasi. Kafein juga diindikasikan bisa memicu kanker.

Selain kafein, ternyata espresso atau kopi tubruk bisa meningkatkan kadar kolesterol. Biji kopi mengandung senyawa peningkat kadar kolesterol, yang disebut kafestol. Kafestol akan keluar dari biji kopi saat air panas dituangkan secara langsung pada kopi bubuk. Dalam pembuatan espresso, air panas akan langsung disemprot dengan tekanan tinggi ke kopi sehingga akan menghasilkan kafestol. Proses pembuatan espresso tanpa menggunakan saringan kertas sehingga akan menghasilkan cukup banyak kafestol. Jika tidak menggunakan saringan kertas, maka kafestol masih terkandung dalam seduhan kopi itu.

Kafestol yang terkandung dalam secangkir espresso kira-kira sebanyak 4 mg bahkan lebih. Kandungan kafestol sebanyak itu dapat meningkatkan kadar kolesterol sebanyak satu persen. Tetapi peningkatan kadar kolesterol tidak terlalu banyak jika Anda hanya meminum secangkir kecil espresso sehari.



Nikmati Espresso Anda
Espresso atau sering juga disebut kopi tubruk memang memiliki ciri khas dan citarasa yang khusus. Bagi penggemar kopi, espresso adalah pilihan yang terbaik. Anda juga dapat dengan mudah membuat espresso di dapur Anda sendiri. Hasil yang baik diperoleh melalui ketekunan dan upaya yang berulang-ulang untuk menghasilkan espreso dengan crema dan buih dari susu. Bagi penggemar kopi, espresso bisa disebut sebagai esens dari kopi yang sangat nikmat. Namun sekali lagi, minumlah dengan bersahaja demi kesehatan Anda. Yang penting Anda sudah bisa menikmati secangkir espresso dengan kenikmatan yang spesial.

Read More...

Selasa, 27 Juli 2010

Macam-macam Prossesor

Prosesor merupakan otak dari sebuah komputer, sering juga disebut dengan Central Processing Unit (CPU). Bentuknya yang kecil membuat prosesor sering disebut dengan mikroprosesor. Prosesor berkaitan dengan kecepatan kinerja sebuah komputer. Kecepatan komputasi yang dimiliki sebuah processor bergantung pada jumlah transistor yang terdapat pada Intergrated Circuit (IC) prosesor tersebut. Semakin banyak jumlah transistor pada IC-nya akan memiliki kecepatan yang lebih tinggi.

Berikut beberapa tipe prosesor yang dikeluarkan oleh vendor dengan spesifikasi dan tujuan pemakaiannya.
Prosesor Intel

Pentium III
Memperluas jajaran keluarga performa prosesor 32 byte Intel x86, mampu meningkatkan performa yang dibutuhkan untuk aplikasi dekstop pada umumnya sebaik workstation dan server. Kompatible dengan semua aplikasi yang diinstal pada DOS, Windows, OS/2, dan Linux. Pentium III menggunakan soket 370 dengan kecepatan maksimum sebesar 1,4 GHz, L1-Cache: 16 + 16 KiB, L2-Cache 256/512, dan FSB sebesar 133 MHz pada seri Tualatin.

Pentium IV
Adalah mikroprosesor generasi ketujuh yang dibuat oleh Intel Corporation dan dirilis pada bulan November 2000 meneruskan prosesor pentium III. Diharapkan dapat menutup segala kelemahan yang ada pada produk sebelumnya, Gambar-gambar yang ditampilkan lebih halus dan lebih tajam. Selain itu, kecepatan memproses, mengirim atau menerima gambar juga menjadi semakin cepat. Pentium IV diproduksi dengan menggunakan teknologi 0.18 mikron. Dengan bentuk yang semakin kecil mengakibatkan daya, arus dan tegangan panas yang dikeluarkan juga semakin kecil. Kecepatan yang dimiliki adalah 20 x lebih cepat dari generasi Pentium III.

Pentium M

Diperkenalkan sebagai bagian dari teknologi Intel Centrino pada 12 Maret 2003. Teknologi Centrino terletak pada susunan komponen, termasuk prosesor intel Pentium M atau Celeron M, chipset Untel 885 atau 915, dan PRO/Wireless adapter yang dapat digunakan untuk membangun sistem dengan support wireless yang terintegrasi dan baterai yang tahan lama.Bekerja lebih baik daripada pentium IV. Sebagai contoh, pentium M1,6 GHz memiliki kerja yang sebanding dengan Pentium IV 2,4 GHz saat menggunakan daya yang lemah.

Celeron
Merupakan prosesor x86 dengan desain pentium. Awalnya, Celeron berbasis pada arsitektur Intel Pentium II, kemudia bermigrasi ke arsitektur Pentium III dan IV. Harga Celeron lebih murah bila dibandingkan dengan prosesor-prosesor sekelasnya. Prosesor Celereron tidak memiliki beberapa fitur yang dimiliki oleh prosesor high end (seperti dual processing atau multiprocessing). Celeron juga lebih lambat bila dibandingkan dengan Pentium sekelasnya dengan ukuran L2 cache yang lebih kecil dan kadang memiliki bus speed yang lemah. CPU Celeron biasanya dikemas dengan cara yang sama seperti prosesor Pentium II/III/IV.

Membedakan prosesor generasi Celeron dekstop sangat mudah, perbedaannya terletak pada perbedaan tipe kemasannya. Celeron dengan basis Pentium II dikemas dengan slot 1 atau PPGA plastik, Celeron dengan basis Pentium III dibuat dengan FC-PGA, dan Celeron dengan basis Pentium IV dikemas dengan 478 pin FC-PGA2.

Celeron D
Merupakan nama dagang baru bagi prosesor Celeron. CPU dengan prosesor Celeron tercepat memiliki Northwood 0.13 mikron. Prosesor Celeron D merupakan kelanjutan core Pentium IV yang memiliki core Prescott 0.09 mikron dan core Cedar Mill 0.065 mikron.

Berikut perbedaan versi antara prosesor Celeron D dengan core Prescott
- Celeron D dengan 478 pin mikro FC-PGA digunakan pada motherboard dengan soket 478. Prosesor ini memiliki fitur dasar core Prescott dan memiliki kemampuan Excute Disable Byte atau mode eksekusi 64 byte.
- Prosesor Celeron D pertama pada 775-land FC-LGA memiliki kemampuan Excute Disable Byte.
- Celeron D yang baru pada 775-land FC-LGA memiliki kemampuan Excute Disable dan mode 64 byte.

Secara umum, prosesor Celeron D Prescott memiliki sedikit improvisasi bila dibandingkan dengan prosesor Celeron Northwood, yaitu frekuensi Front Side Bus (FSB) 33% lebih cepat, L2 cache dua kali lebih besar,dan mode 64 byte pada sebagian CPU Celeron D Prescott. Mode 65 byte juga digunakan pada prosesor Celeron D berbasis core Cedar Mill, yaitu 512 KB, sedangkan pada prosesor Celeron D Prescott hanya 256 KB.

Core TM 2 Duo
Adalah prosesor keluaran Intel berkecepatan 2.400 MHz yang dirilis Intel pada bulan Juli tahun 2006. Pesaing prosesor ini adalah AMD Athlon FX 60 (Core 2 Duo unggul dengan perbedaan kinerja 15%). Dengan overclock hingga 3,4 Ghz, Athlon FX 60 hanya bisa unggul tipis dari Intel Core 2 Duo. Hal ini membuktikan bahwa Intel Core 2 Duo jauh lebih efisien bila dibandingkan dengan pendahulunya dalam mengeksekusi intruksi.

Core TM 2 Quad
Prosesor keluaran Intel setelah mereka sukses dengan peluncuran Core 2 Duo. Intel Core 2 Quad sendiri merupakan hasil penggabungan 2 prosesor COre 2 Duo ber-cache L2 4 MB, sehingga Core 2 Quad memiliki cache L2 sebesar 8 MB (2 x 4 MB). Prosesor Core 2 Quad merupakan prosesor yang menarik dan menjadi pilihan yang aman untuk masa depan, walaupun saat ini masih banyak software yang belum bisa menggunakan prosesor ini.

Core i7
Merupakan bagian dari platform Nehalem. Prosesor ini dianggap sebagai perubahan terbesar abad ini dalam bidang arsitektur prosesor. Perubahan besar yang ada pada prosesor baru ini bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya terdapat pada letak memory controller. Tidak seperti generasi-generasi sebelumnya, seperti pentium maupun Core 2 Duo, dimana memory controller terletak pada chipset terpisah, yaitu Northbridge. Pada Intel i7 ini memory controller terletak pada pusat prosesor itu sendiri. Fitur lain dari Core i7 adalah penambahan SSE4 extension pada instruction set, sehingga kinerja prosesor pada tataran multimedia menjadi lebih baik.
Prosesor AMD

AMD Athlon TM

Adalah seri mikroprosesor generasi ketujuh yang dibuat AMD dan merupakan pengganti dari seri K6 yang didesain oleh NexGen Corporation. AMD Athlon memiliki arsitektur mirip dengan dua buah prosesor RISC 64-byte, yaitu DEC (Digital Equipment Corporation) Alpha 21164 dan 21264. Kecepatan maksimum yang dimiliki oleh prosesor seri Athlon ini adalah 500 MHz - 2,33 GHz, dengan FSB 100 - 200 MHz.

AMD Opteron TM
Sebuah mikroprosesor 64 byte yang dirilis AMD pada tahun 2003 untuk pasar workstation. Arsitektur prosesor ini sama dengan AMD Athlon 64, yaitu AMD64. Untuk pasar workstation, AMD Opteron berusaha menyaingi prosesor buatan Intel, yaitu Xeon dan pesaing Itanium di pasar server high-end. AMD Opteron jauh lebih baik dari prosesor Intel Xeon yang berbasis mikroarsitektur Intel NetBurst dilihat dari performance/watt-nya (kinerja yang ditunjukkan tiap watt yang digunakan), tetapi belum bisa menyaingi efisiensi prosesor Intel Itanium 2.
Sumber

Read More...

Rabu, 23 Juni 2010

Sahabat Sejati

**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri **
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya..
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian..
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ??? Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABAT ANDA

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

** Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita **
Read More...

Rabu, 16 Juni 2010

Usaha dengan Modal Kecil

Jika ingin memiliki usaha, baik kecil maupun besar, kita harus memiliki suatu gagasan mengenai bisnis apa yang akan digarap. Dari mana gagasan usaha itu muncul? Gagasan bisnis akan lebih mudah kita dapat apabila kita peka dan peduli terhadap diri kita sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat sekitar (mulai setingkat RT hingga nasional, bahkan internasional). Peduli kepada diri sendiri adalah bagaimana kita mengenali kemampuan, minat, bakat, dan lain sebagainya. Banyak wiraswastawan yang berhasil karena dia dapat memanfaatkan kemampuan/minat/bakat yang dimilikinya sendiri dikombinasikan dengan kejelian melihat peluang pasar.

Bagaimana seorang Purdi E. Chandra (pemilik Lembaga Pendidikan Primagama) memulai usaha? Beliau beranjak dari kemampuan diri sendiri, yakni mengajar dan dikombinasikan dengan kejelian melihat pasar atau peluang dengan banyaknya siswa SMA yang ingin lulus tes masuk ke perguruan tinggi negeri. Ia pun mendirikan bimbingan belajar. Apakah dengan kemampuan dan adanya potensi pasar, Purdi E. Chandra dapat menjaring banyak siswa pada awalnya? Ternyata tidak. Mengapa? Karena masyarakat atau pasar belum yakin dan belum melihat apakah ia benar dapat membimbing siswa sehingga dapat lolos tes ke perguruan tinggi negeri? Apa yang dilakukannya? Pada awalnya ia melakukan promosi dengan menggratiskan biaya kursus bagi siswa pada saat bisnis tersebut mulai dijalankan. Setelah terbukti dan masyarakat yakin, mulailah bimbingan belajar tersebut berkembang dengan pesat, bahkan ia sekarang memiliki banyak jenis usaha dari hasil bisnis bimbingan belajar tersebut.

Ada lagi contoh seorang pengusaha sampah di Bandung yang sukses dan berhasil mengembangkan usaha daur ulang sampah. Bahkan, kini beliau memiliki beberapa jenis usaha di antaranya menjadi pengembang perumahan. Dari mana ide bisnisnya berasal? Banyak sampah berserakan, dan ia melihat banyak jenis sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik menjadi bijih plastik, dsb. Bayangkan, sampah dapat dikelola menjadi sebuah bisnis besar! Dari mana ide bisnisnya? Dari melihat lingkungan sekitar! Bila saat ini kita tidak memiliki gagasan, kurang mampu mengamati lingkungan sekitar, cobalah untuk mencari teman atau kenalan baru sebanyak-banyaknya. Salah satu caranya, bacalah iklan peluang usaha di koran/surat khabar. Amati iklan-iklannya, terutama iklan mininya setiap hari. Banyak yang menawarkan peluang usaha atau produk-produk yang dijual yang sesungguhnya kita memiliki peluang untuk ikut memasarkan produk tersebut. Bila kita jeli, mungkin dapat membuat produk serupa dengan kemampuan yang kita miliki dengan harga dan kualitas lebih baik. Hubungi orang tersebut, mintalah penjelasan selengkap-lengkapnya agar kita dapat memasarkan produk tersebut. Namun hati-hati! Karena banyak praktik money game atau bahkan penipuan. Kunci untuk menghindari penipuan adalah jangan ikut ke dalam bisnis yang mengharuskan kita menyetorkan uang terlebih dahulu, sebelum kita mencoba atau mendapatkan manfaatnya. Cobalah untuk meminta ikut memasarkan produk tersebut terlebih dahulu secara freelance, kemudian setelah yakin kita mampu menjual, bolehlah membeli produk tersebut untuk persediaan.

Jadi kunci memulai usaha adalah gagasan bisnis! Mewujudkan gagasan bisnis Setelah mendapatkan gagasan bisnis dan sebelum memulai bisnis, lakukan langkah sebagai berikut:
LAKUKAN PENGAMATAN DAN PENDALAMAN MENGENAI SELUK-BELUK BISNIS TERSEBUT.

Sebelum mewujudkan gagasan bisnis, pelajari seluk-beluk bisnis tersebut, baik atau tidak? Bagaimana proses produksinya secara efisien? Dari mana kita membeli bahan bakunya? Siapa calon konsumen atau karakteristik pelanggan? Di mana kita akan memasarkan dan menjualnya? Bagaimana pola pemasaran dan penjualannya? Cara terbaik adalah mengamati pengusaha sukses yang bergerak di bidang yang sama. Bila bisnis kita benar-benar baru, paling tidak pelajari bagaimana para pengusaha yang sukses menjalankan bisnis mereka. Terakhir, kenali juga risikonya. Siapkah mental kita dengan risiko tersebut? Salah satu ciri calon pengusaha sukses adalah berani mengambil risiko sepanjang risiko itu sudah diperhitungkan. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha.
LAKUKAN UJI COBA DENGAN CARA TES PASAR

Manfaat uji coba pasar adalah untuk mendapatkan umpan balik terhadap calon konsumen mengenai produk yang kita tawarkan. Misalnya kita membuat kue, sebelum dijual cobalah berikan secara gratis kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Tentunya dalam jumlah yang terbatas yang sesuai dengan kemampuan kita. Mintalah pendapat dari tetangga atau lingkungan sekitar mengenai produk yang kita buat tersebut, enakkah, kurang manis atau bentuknya kurang menarik? Jadikan kritikan dan saran sebagai masukan berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit, sehingga produk kita benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar.
SUSUNLAH RENCANA USAHA.

Perencanaan ini bisa mencakup antara lain penetapan nama produk, packaging produk, proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama, baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk. Juga pikirkan strategi pemasaran yang akan dijalankan misalnya dengan selebaran, brosur, katalog, melalui website, mailling list, atau iklan di media, organisasi sosial, dsb. Umumnya, dalam usaha kecil, lokasi usaha atau tempat pemasaran/outlet yang strategis menjadi salah satu kunci sukses usaha. Perlu kejelian dan keberanian tersendiri bagaimana mendapatkan tempat pemasaran yang strategis dengan modal terbatas. Cara paling mudah adalah bekerja sama dengan pemilik tempat melalui sistem bagi hasil atau bagi keuntungan.
MULAILAH SAAT INI.

Sebuah gagasan bisnis akan tetap menjadi sebuah gagasan jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Dengan memulainya, kita bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa digunakan memperbaiki usaha secara sistematis. Jika mental telah siap, mulailah dari saat ini walau mungkin kita masih memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang ada.
HADAPI DAN ATASI HAMBATAN ATAU KEGAGALAN.

Berdasarkan pengalaman, mungkin tidak ada seorang pun wiraswasta yang berhasil tidak mengalami hambatan atau bahkan kegagalan dalam perjalanan bisnis mereka. Sebaiknya kita memiliki sikap positif, apa yang terjadi adalah yang terbaik buat kita. Mengapa? Karena, itu adalah janji Tuhan. Hambatan dan kegagalan merupakan sebuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya. Tanpa kita sadari itu akan menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita dalam berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko dan bila itu sampai terjadi, bersiaplah, dan hadapilah dengan kepala dingin.
JENIS USAHA

Jenis usaha yang cocok bagi pemodal kecil atau bahkan tanpa modal adalah:
Memasarkan produk atau jasa orang lain. Sebaiknya produk atau jasa yang banyak dibutuhkan orang atau produk spesifik yang langka namun sesungguhnya terdapat pasar yang cukup luas.

Bisnis makanan dan minuman seperti kue, roti, es juice, bakso, mi ayam, dan lain sebagainya bisa dicoba.
Bisnis kerajinan seperti barang suvenir, pernik-pernik kebutuhan rumah tangga, dan lain-lain

Jasa seperti potong rambut, usaha jahit, obras, konsultan, pengurusan surat-surat.
Jangan berkecil hati jika memulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal. Selalu ada jalan lain menuju Roma, begitu kata sebuah pepatah. Sepanjang kita mau berusaha, dengan izin Tuhan, yakinlah bahwa usaha kita akan menjadi kenyataan.



REFRINAL, SKH., MM

Akademisi, Marketing Inspirator
Senior Trainer & Researcher pada QuickStart Institute Jakarta
Read More...

Jumat, 11 Juni 2010

Kiat-kiat agar Rizki Barokah

Segala puji hanya milik Allah Ta’ala, Dzat yang telah melimpahkan berbagai kenikmatan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya. Amiin.

Betapa sering kita mengucapkan, mendengar, mendambakan dan berdoa untuk mendapatkan keberkahan. Keberkahan dalam umur, keberkahan dalam keluarga, keberkahan dalam usaha, keberkahan dalam harta benda, dll. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya, "Apakah sebenarnya keberkahan itu? Dan bagaimana keberkahan dapat diperoleh?"

Mungkinkah berkah itu hanya terwujud dalam “berkat” yang berhasil kita bawa pulang setiap kali kita menghadiri suatu pesta atau undangan?

Mungkinkah keberkahan itu hanya milik para kiyai, atau tukang ramal, juru-juru kuncen kuburan, sehingga bila salah seorang dari kita memiliki suatu hajatan, ia datang kepada mereka untuk “ngalap berkah”, agar cita-cita kita tercapai? ([1])

“Berkah” atau “Al Barokah” bila kita pelajari dengan sebenarnya, baik melalui ilmu bahasa arab atau melalui dalil-dalil dalam Al Qur’an dan As Sunnah, niscaya kita akan mendapatkan bahwa “al Barokah” memiliki kandungan dan pemahaman yang sangat luas dan agung. Secara ilmu bahasa, “Al Barokah” berartikan: “Berkembang, bertambah dan kebahagiaan. ([2])

Imam An Nawawi berkata: “Asal makna keberkahan ialah kebaikan yang banyak dan abadi.” ([3])

Adapun bila ditinjau melalui dalil-dalil dalam Al Qur’an dan As Sunnah, maka “Al Barokah” memiliki makna dan perwujudan yang tidak jauh berbeda dari makna “Al Barokah” dalam ilmu bahasa.

Untuk sedikit mengetahui tentang keberkahan yang dikisahkan dalam Al Qur’an, dan As Sunnah, maka saya mengajak hadirin untuk bersama-sama merenungkan beberapa dalil berikut:

Dalil Pertama:

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاء مَاء مُّبَارَكًا فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيدٌ {10} رِزْقًا لِّلْعِبَادِ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا كَذَلِكَ الْخُرُوجُ -

"Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi (banyak membawa kemanfaatan) lalu Kami tumbuhkan dengan air itu taman-taman dan biji-biji tanaman yang diketam. Dan pohon kurma yang tingo-tinggi yang memiliki mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Demikianlah terjadinya kebangkitan." (Qs. Qaaf: 9-11)

Bila keberkahan telah menyertai hujan yang turun dari langit, tanah gersang, kering keronta menjadi subur makmur, kemudian muncullah taman-taman indah, buah-buahan dan biji-bijian yang melimpah ruah. Sehingga negri yang dikaruniai Allah dengan hujan yang berkah menjadi negri gemah ripah loh jinawi (kata orang jawa) atau,

بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ .

"(Negrimu adalah) negri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun." (Qs. Saba': 15)

Demikianlah Allah Ta'ala menyimpulkan kisah bangsa Saba', suatu negri yang tatkala penduduknya beriman dan beramal sholeh, penuh dengan keberkahan. Sampai-sampai ulama' ahli tafsir mengisahkan bahwa: dahulu, wanita kaum Saba' tidak perlu untuk memanen buah-buahan kebun mereka. Untuk mengambil hasil kebunnya, mereka cukup membawa keranjang di atas kepalanya, lalu melintas di kebunnya, maka buah-buahan yang telah masak dan berjatuhan sudah dapat memenuhi keranjangnya, tanpa harus bersusah-payah memetik atau mendatangkan pekerja yang memanennya.

Sebagian ulama' lain juga menyebutkan bahwa dahulu di negri Saba' tidak ada lalat, nyamuk, kutu, atau serangga lainnya, yang demikian itu berkat udaranya yang bagus, cuacanya yang bersih, dan berkat kerahmatan Allah yang senantiasa meliputi mereka.([4])

Dalil Kedua:

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang berbagai kejadian yang mendahului kebangkitan hari qiyamat, beliau bersabda:

يقال للأرض: أنبتي ثمرتك وردي بركتك، فيومئذ تأكل العصابة من الرمانة، ويستظلون بقحفها، ويبارك في الرِّسْلِ، حتى إن اللقحة من الإبل لتكفي الفئام من الناس، واللقحة من البقر لتكفي القبيلة من الناس، واللقحة من الغنم لتكفي الفخذ من الناس. رواه مسلم

“Akan diperintahkan (oleh Allah) kepada bumi: tumbuhkanlah buah-buahanmu, dan kembalikan keberkahanmu, maka pada masa itu, sekelompok orang akan merasa cukup (menjadi kenyang) dengan memakan satu buah delima, dan mereka dapat berteduh dibawah kulitnya. Dan air susu diberkahi, sampai-sampai sekali peras seekor onta dapat mencukupi banyak orang, dan sekali peras susu seekor sapi dapat mencukupi manusia satu kabilah, dan sekali peras, susu seekor domba dapat mencukupi satu cabang kabilah.” (Riwayat Imam Muslim)

Demikianlah ketika rizqi diberkahi Allah, sehingga rizqi yang sedikit jumlahnya, akan tetapi kemanfaatannya sangat banyak, sampai-sampai satu buah delima dapat mengenyangkan segerombol orang, dan susu hasil perasan seekor sapi dapat mencukupi kebutuhan orang satu kabilah.

Ibnul Qayyim berkata: “Tidaklah kelapangan rizqi dan amalan diukur dengan jumlahnya yang banyak, tidaklah panjang umur dilihat dari bulan dan tahunnya yang berjumlah banyak. Akan tetapi kelapangan rizqi dan umur diukur dengan keberkahannya.” ([5])

Bila ada yang berkata: Itukan kelak tatkala kiyamat telah dekat, sehingga tidak mengherankan, kerana saat itu, banyak terjadi kejadian yang luar biasa, sehingga apa yang disebutkan pada hadits ini adalah sebagian dari hal-hal tersebut.

Ucapan ini tidak sepenuhnya benar, sebab hal yang serupa –walau tidak sebesar yang disebutkan pada hadits ini- juga pernah terjadi sebelum zaman kita, yaitu pada masa-masa keemasan umat Islam.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: ”Sungguh dahulu biji-bijian, baik gandum atau lainnya lebih besar dibanding yang ada sekarang, sebagaimana keberkahan yang ada padanya (biji-bijian kala itu-pen) lebih banyak. Imam Ahmad telah meriwayatkan melalui jalur sanadnya, bahwa telah ditemukan di gudang sebagian khalifah Bani Umawiyyah sekantung gandum yang biji-bijinya sebesar biji kurma, dan bertuliskan pada kantung luarnya: “Ini adalah gandum hasil panenan masa keadilan ditegakkan.” ([6])

Seusai kita membaca hadits dan keterangan Imam Ibnul Qayyim di atas, kemudian kita berusaha mencocokkannya dengan diri kita, niscaya yang kita dapatkan adalah kebalikannya, yaitu makanan yang semestinya mencukupi beberapa orang tidak cukup untuk mengenyangkan satu orang, berbiji-biji buah delima hanya mencukupi satu orang,.

Dalil Ketiga:

“Dari sahabat Urwah bin Abil Jaed Al Bariqy radhiallahu 'anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberinya uang satu dinar agar ia membelikan seekor kambing untuk beliau, maka sahabat Urwah dengan uang itu membeli dua ekor kambing, lalu menjual salah satunya seharga satu dinar. Dan iapun datang menghadap Nabi dengan membawa uang satu dinar dan seekor kambing. Kemudian Nabi mendoakannya agar mendapatkan keberkahan dalam perniagaannya. Sehingga andaikata ia membeli debu, niscaya ia akan mendapatkan keuntungan padanya.” (Riwayat Al Bukhory)

Demikianlah sedikit gambaran tentang peranan keberkahan pada usaha, penghasilan, dan kehidupan manusia, yang digambarkan dalam Al Qur’an dan Al Hadits.

Sebenarnya, masih banyak lagi gambaran tentang peranan keberkahan yang disebutkan dalam Al Qur’an atau hadits, hanya karena tidak ingin terlalu bertele-tele, saya cukupkan dengan tiga dalil di atas sebagai contoh, sedangkan sebagian lainnya akan disebutkan pada pembahasan selanjutnya.

Bila demikian adanya, tentu setiap orang dari kita mendambakan untuk mendapatkan keberkahan dalam pekerjaan, penghasilan dan harta kita. Setiap kita pasti bertanya-tanya: bagaimanakah caranya agar usaha, penghasilan dan harta saya diberkahi Allah?

Sebagaimana peranan keberkahan dalam hidup secara umum, dan dalam usaha serta penghasilan, telah banyak diulas dalam Al Qur’an dan Hadits, demikian juga persyaratan dan metode mendapatkannya. Berikut saya akan sebutkan beberapa persyaratan dan metode tersebut:

1. Iman kepada Allah.

Inilah syarat pertama dan terbesar agar rizqi kita diberkahi Allah, yaitu dengan merealisasikan keimanan kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

"Andaikata penduduk negri-negri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (Qs. Al A'raf: 96)

Demikianlah imbalan Allah kepada orang-orang yang beriman dari hamba-hamba-Nya. Dan sebaliknya, orang yang kufur dengan Allah Ta'ala, niscaya ia tidak akan pernah merasakan keberkahan dalam hidup.

Diantara perwujudan iman kepada Allah Ta'ala yang berkaitan dengan penghasilan ialah dengan senantiasa yakin dan menyadari bahwa rizqi apapun yang kita peroleh ialah atas karunia dan kemurahan Allah semata, bukan atas jerih payah atau kepandaian kita. Yang demikian itu karena Allah Ta'ala telah menentukan jatah rizqi setiap manusia semenjak ia masih berada dalam kandungan ibunya. ([7])

Bila kita pikirkan diri dan negri kita, niscaya kita dapatkan buktinya, setiap kali kita mendapatkan suatu keberhasilan, maka kita lupa daratan, dan merasa itu adalah hasil dari kehebatan kita. Dan sebaliknya, setiap terjadi kegagalan atau bencana kita menuduh alam sebagai dalangnya, dan kita melupakan Allah Ta’ala.

Ketika Aceh ditimpa musibah Sunami, kita menuduh alam sebagai penyebabnya, yaitu dengan mengatakan itu karena akibat dari pergerakan atau benturan antara lempengan bumi ini dengan lempengan bumi itu, dst. Ketika musibah lumpur di porong menimpa kita, kita rame-rame menuduh alam dengan mengatakan itu dampak dari gempa yang menimpa wilayah Jogjakarta dan sekitar. Ketika banjir melanda Jakarta, kita rame-rame menuduh alam, dengan berkata: siklus alam, atau yang serupa.

Jarang diantara kita yang mengembalikan semua itu kepada Allah Ta’ala, sebagai teguran atau cobaan atau mungkin juga sebagai azab. Bahkan orang yang berfikir demikian akan dituduh kolot, kampungan tidak ilmiyah, atau malah dianggap sebagai teroris dst.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan Allah)." (Qs. Ar Rum: 41)

"Dari sahabat Zaid bin Khalid Al Juhani radhiallahu 'anhu ia menuturkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kita shalat subuh di Hudaibiyyah dalam keadaan masih basah akibat hujan tadi malam. Seusai beliau shalat, beliau menghadap kepada para sahabatnya, lalu berkata: "Tahukah kalian apa yang difirmankan oleh Tuhan kalian?" Mereka menjawab: "Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau bersabda: "Allah berfirman: Ada sebagian dari hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan kafir. Adapun orang yang berkata: Kita telah dihujani atas karunia dan rahmat Allah, maka itulah orang yang beriman kepada-Ku dan kufur dengan bintang. Dan orang yang berkata: kita dihujani atas pengaruh bintang ini dan itu, maka itulah orang yang kufur dengan-Ku dan beriman dengan bintang." (Muttafaqun 'alaih)

Bila demikian adanya, maka mana mungkin Allah akan memberkahi kehidupan kita?! Bukankah pola pikir semacam ini adalah pola pikir yang menyebabkan Qarun diazab dengan ditelan bumi?!

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِندِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِ مِنَ القُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلَا يُسْأَلُ عَن ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ

Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku." Dan apakah ia tidak mengetahui bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya dan lebih banyak harta kumpulannya. (Qs. Al Qashash: 78)

Di antara perwujudan nyata iman kepada Allah dalam hal rizqi, ialah senantiasa menyebut nama Allah Ta'ala ketika hendak menggunakan salah satu kenikmatan-Nya, misalnya ketika makan:

Dari sahabat 'Aisyah radhiallahu 'anha: bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu saat sedang makan bersama enam orang sahabatnya, tiba-tiba datang seorang arab baduwi, lalu ia menyantap makanan beliau dalam dua kali suapan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Ketahuilah seandainya ia menyebut nama Allah (membaca Basmallah-pen), niscaya makanan itu akan mencukupi kalian." (Riwayat Ahmad, An Nasai dan Ibnu Hibban)

Pada hadits lain Nabi bersabda:

أَمَا إِنَّ أَحَدَكُمْ إذا أتى أَهْلَهُ وقال: بِسْمِ اللَّهِ اللهم جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ ما رَزَقْتَنَا، فَرُزِقَا وَلَدًا، لم يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ

Ketahuilah bahwa salah seorang dari kamu bila hendak menggauli istrinya ia berkata: "Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami", kemudia mereka berdua dikaruniai anak (hasil dari hubungan tersebut-pen) niscaya anak itu tidak akan diganggu syetan. (Riwayat Bukhory)

Demikianlah peranan iman kepada Allah, yang terwujud pada menyebut nama-Nya ketika hendak menggunakan suatu kenikmatan dalam mendatangkan keberkahan pada harta dan anak keturunan.

2. Amal Sholeh.

Yang dimaksud dengan amal sholeh ialah menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan syari'at yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah hakikat ketaqwaan yang menjadi persyaratan datangnya keberkahan, sebagaimana ditegaskan pada ayat di atas. Dan juga ditegaskan pada janji Allah berikut:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan Amal sholeh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barang siapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (Qs. An Nur: 55)

Tatkala Allah Ta'ala menceritakan tentang Ahlul Kitab yang hidup pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُواْ التَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَمَا أُنزِلَ إِلَيهِم مِّن رَّبِّهِمْ لأكَلُواْ مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِم

"Dan sekiranya mereka benar-benar menjalankan Taurat, Injil dan (Al Qur'an) yang diturunkan kepada mereka, niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka." (Qs. Al Maidah: 66)

Ulama' ahli tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "mendapatkan makanan dari atas dan dari bawah kaki" ialah Allah akan melimpahkan kepada mereka rizqi yang sangat banyak dari langit dan dari bumi, sehingga mereka akan mendapatkan kecukupan dan berbagai kebaikan, tanpa susah payah, letih lesu dan tanpa adanya tantangan atau berbagai hal yang mengganggu ketentraman hidupnya. ([8])

Dan bila kita telah mendapatkan kemudahan hidup dari atas dan bawah kita, niscaya kehidupan kita akan penuh dengan kebahagiaan, kedamaian, ketentraman dan keberhasilan.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

"Barang siapa yang beramal sholeh, baik lelaki maupun perempuan sedangkan ia beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Qs. An Nahl: 97)

Ibnu Katsir rahimahullah ketika menyebutkan hadits di atas tentang dikembalikannya keberkahan bumi, beliau menyatakan: "Tidaklah hal itu terjadi melainkan atas keberkahan penerapan syari'at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setiap kali keadilan ditegakkan, niscaya keberkahan dan kebaikan menjadi melimpah ruah."

Diantara contoh nyata keberkahan harta orang yang beramal sholeh ialah kisah Khidir dan Nabi Musa bersama dua orang anak kecil. Pada kisah tersebut Khidir menegakkan tembok pagar yang hendak roboh; guna menjaga agar harta warisan yang di miliki oleh dua orang anak kecil dan terpendam di bawah pagar tersebut, sehingga tidak nampak dan diambil oleh orang lain. Allah Ta'ala berfirman:

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ

"Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu, dan dibawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shaleh, maka Tuhan-mu menghendaki agar mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhan-mu." (Qs. Al Kahfi: 82)

Ulama' tafsir menyebutkan bahwa ayah yang dinyatakan dalam ayat ini sebagai ayah yang sholeh bukanlah ayah langsung kedua anak tersebut, akan tetapi kakeknya yang ketujuh, yang semasa hidupnya berprofesi sebagai tukang tenun.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Pada kisah ini terdapat dalil bahwa anak keturunan orang sholeh akan dijaga, dan keberkahan amal sholehnya akan meliputi mereka di dunia, dan di akhirat. Ia akan memberi syafa'at kepada mereka dan derajatnya akan ditinggikan ke tingkatan tertinggi, agar orang tua mereka menjadi senang, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an dan As Sunnah." ([9])

Akan tetapi sebaliknya, bila kita enggan untuk beramal sholeh, atau bahkan mengamalkan kemaksiatan, maka yang kita petikpun juga kebalikan dari apa yang telah disebutkan di atas. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

"Dan barang siapa berpaling dari beribadah kepada-Ku/peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (Qs. Thaaha: 124)

Ulama' ahli tafsir menyebutkan bahwa orang-orang yang berpaling dari mengingat Allah dengan beribadah kepada-Nya, maka kehidupannya akan senantiasa dirundung kesedihan dan duka. Yang demikian karena mereka senantiasa disiksa oleh ambisi menumpuk dunia, sifat kikir yang senantiasa membakar hatinya, dan rasa takut akan kematian yang senantiasa menghantuinya ([10])

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ. رواه أحمد وابن ماجة والحاكم وغيرهم

“Sesungguhnya seseorang dapat saja tercegah dari rizqinya akibat dari dosa yang ia kerjakan.” (Riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Al Hakim dll).

Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilintasi oleh rombongan pengusung janazah, spontan berliau bersabda:

“Apakah ia orang yang beristirahat atau diistirahati darinya?" Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan orang yang beristirahat atau diistirahati darinya?" Beliau menjawab: "Seorang hamba yang beriman, akan beristirahat (dengan kematian) dari kepayahan dunia dan gangguanya. Sedangkan seorang hamba yang keji (fajir), para manusia, negri, pepohonan dan binatang akan teristirahatkan darinya." (Muttafaqun ‘alaih)

مستريح ومستراح منه؟ قالوا: يا رسول الله، ما المستريح والمستراح منه؟ قال : (العبد المؤمن يستريح من نصب الدنيا وأذاها إلى رحمة الله، والعبد الفاجر يستريح منه العباد والبلاد والشَّجر والدَّواب.) متفق عليه

Ulama’ pensyarah hadits ini menyatakan: “Teristirahatakannya negri dan pepohonan dari orang keji ialah teristirahatkannya itu semua dari dampak kemaksiatan yang ia lakukan, karena kemaksiatannya itu adalah biang terjadinya kekeringan, sehingga menyebabkan tetumbuhan dan binatang menjadi binasa.”

Ibnul Qayyim berkata: “Dan diantara hukuman perbuatan maksiat ialah: kemaksiatan akan menghapuskan keberkahan umur, rizqi, ilmu, amalan, amal ketaatan. Dan secara global kemaksiatan menjadi penghapus keberkahan setiap urusan agama dan dunia. Karenanya tidaklah akan engkau dapatkan orang yang umur, agama, dan dunianya paling sedikit keberkahannya dibanding orang yang bergelimang dalam kemaksiatan kepada Allah. Tidaklah keberkahan dihapuskan dari bumi kecuali dengan sebab perbuatan maksiat manusia.” ([11]

Diantara contoh nyata akibat buruk yang harus diderita oleh manusia dari dicabutnya keberkahan dari kehidupannya ialah membusuknya daging, dan basinya makanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa itu semua terjadi akibat perbuatan dosa umat manusia. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لولا بنو إسرائيل لم يخبث الطعام ولم يخنز اللحم. متفق عليه

“Seandainya kalau bukan karena ulah Bani Isra’il, niscaya makanan tidak akan pernah basi dan daging tidak akan pernah membusuk.” (Muttafaqun ‘alaih)

Para ulama’ menjelaskan bahwa tatkala Bani Isra’il diberi rizqi oleh Allah Ta’ala berupa burung-burung salwa (semacam burung puyuh) yang datang dan dapat mereka tangkap dengan mudah setiap pagi hari, mereka dilarang untuk menyimpan daging-daging burung tersebut. Setiap pagi hari, mereka hanya dibenarkan untuk mengambil daging yang akan mereka makan pada hari tersebut. Akan tetapi mereka melanggar perintah ini, dam mengambil daging dalam jumlah yang melebihi kebutuhan mereka pada hari tersebut, dan kemudian mereka simpan. Akibat perbuatan mereka ini, Allah menghukumi mereka, sehingga daging-daging yang mereka simpan tersebut menjadi busuk. ([12])

Al Munawi berkata: “Hadits ini adalah suatu isyarat yang menunjukkan bahwa membusuknya daging merupakan hukuman atas bani Israil, akibat mereka kufur terhadap kenikmatan Allah. Yaitu tatkala mereka menyimpan daging burung puyuh, sehingga menjadi busuk, padahal Allah telah melarang mereka dari hal itu, dan sebelum kejadian itu, daging tidak pernah membusuk.”([13])

Berikut beberapa amal sholeh yang nyata-nyata mendatangkan keberkahan pada harta:

A. Mensyukuri Segala Nikmat.

Tiada kenikmatan -apapun wujudnya- yang dirasakan oleh manusia di dunia ini, melainkan datangnya dari Allah Ta’ala. Oleh karena itu Allah Ta’ala mewajibkan atas mereka untuk senantiasa bersyukur kepadanya, yaitu dengan senantiasa mengingat bahwa kenikmatan tersebut datangnya dari Allah, kemudian ia mengucapkan hamdalah, dan selanjutnya ia menafkahkannya di jalan-jalan yang di ridhoi Allah. Orang yang telah mendapatkan karunia untuk dapat bersyukur demikian ini, akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, sehingga Allah akan senantiasa melipat gandakan untuknya kenikmatan:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan ingatlah tatkala Tuhanmu mengumandangkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Qs. Ibrahim: 7)

Dan pada ayat lain Allah Ta'ala berfirman:

وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ

"Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri." (Qs. An Naml: 40)

Imam Al Qurthuby berkata: "Tidaklah manfaat syukur akan didapat selain oleh pelakunya sendiri, dimana dengannya ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari ni'mat yang ia dapat, dan nikmat tersebut akan kekal dan ditambah. Sebagaimana syukur juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai." ([14])

Sebagai contoh nyata:

]لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ {15} فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَى أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ [ سبأ 15-16

"Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan disebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugrahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya.

(Negrimu) adalah negri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara." (Qs. Saba': 15-16).

Tatkala kaum Saba' masih dalam keadaan makmur dan tentram, Allah Ta'ala hanya memerintahkan kepada mereka agar bersyukur. Ini menunjukkan bahwa dengan syukur, mereka dapat menjaga kenikmatan mereka dari bencana, dan mendatangkan kenikmatan lain yang belum pernah mereka dapatkan.

B. Menunaikan Zakat (Shodaqoh)

Zakat, baik zakat wajib atau sunnah (shodaqoh) adalah salah satu amalan yang menjadi penyebab turunnya keberkahan. Allah Ta'ala berfirman:

يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah." (Qs. Al Baqarah: 276)

Pada ayat lain, Allah berfirman:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tidap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan bagi orang yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui." (Qs. Al Baqarah: 261)

Pada ayat lain Allah berfirman:

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta mereka karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimispun (memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat." (Qs. Al Baqarah: 265)

Pada ayat lain, Allah berfirman:

وَمَا آتَيْتُم مِّن رِّبًا لِّيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِندَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُم مِّن زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُون

"Dan sesuatu riba yang engkau berikan agar bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak bertambah pada sisi Allah . Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai Wajah Allah (keridhoan-Nya), maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan." (Qs. Ar Rum: 39)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

"Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berucap (berdoa): Ya Allah, berilah orang yang berinfaq pengganti, sedangkan yang lain berdoa : Ya Allah timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfaq) kehancuran." (Muttafaqun 'alaih)

Pada hadits lain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ. رواه مسلم

"Tidaklah sedekah itu akan mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba dengan memaafkan melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang bertawadhu'/merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan meninggikannya." (Muslim)

Para ulama' menjelaskan maksud hadits ini dengan menyebutkan dua penafsiran:

1. Maksudnya Allah akan memberkahi hartanya, dan menjaganya dari kerusakan, sehingga kekurangan yang terjadi dapat tertutupi dengan turunnya keberkahan. Hal ini dapat dirasakan langsung dan juga dapat dilihat contohnya di masyarakat.

2. Walaupun secara hitungan harta berkurang, akan tetapi pahala yang berlipat ganda dapat menutupi kekurangan tersebut, bahkan melebihinya. ([15])

Makna kedua ini selaras dengan hadits berikut:

“Anak keturunan Adam (senantiasa) berkata: 'Hartaku, hartaku!' Apakah engkau wahai anak Adam mendapatkan bagian dari hartamu selain yang engkau makan sehingga engkau habiskan, atau engkau pakai sehingga engkau rusakkan atau yang engkau shadakohkan sehingga engkau sisakan (untuk kehidupan akhirat)” (Muslim)

يقول ابن آدَمَ: مَالِي مَالِي قال: وَهَلْ لك يا بن آدَمَ من مَالِكَ إلاَّ ما أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أو لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أو تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ رواه مسلم.

Walau demikian, kedua penafsiran di atas sama-sama benar adanya, dan tidak saling bertentengan.

C. Bekerja mencari rizqi dengan hati yang qona’ah tidak dipenuhi oleh ambisi dan keserakahan.

Sifat qonaah dan lapang dada dengan pembagian Allah Ta’ala adalah kekayaan yang tidak ada bandingnya. Dahulu orang berkata:

“Bila engkau memiliki hati yang qona’ah, maka engkau dan pemilik dunia (kaya raya) adalah sama”.

إذا كنت ذا قلب قنوع، فأنت وصاحب الدنيا سواء.

“Qona’ah adalah harta karun yang tidak akan pernah sirna.”

القناعة كنز لا يفنى

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan keadaan orang yang dikaruniai sifat qonaah dengan sabdanya:

من أصبح منكم آمنا في سربه معافى في جسده عنده قوت يومه ؛ فكأنما حيزت له الدنيا بحذافيرها.رواه الترمذي وابن ماجة والطبراني وابن حبان والبيهقي.

“Barang siapa dari kalian yang merasa aman di rumahnya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan telah dikumpulkan untuknya dunia beserta isinya.” (Riwayat At-Tirmizy, Ibnu Majah, At Thobrany, Ibnu Hibban dan Al Baihaqy)

Al Munawi rahimahullah berkata: “Maksud hadits ini, barang siapa yang terkumpul padanya: kesehatan badan, jiwanya merasa aman kemanapun ia pergi, kebutuhan hari tersebut tercukupi dan keluarganya dalam keadaan selamat, maka sungguh Allah telah mengumpulkan untuknya seluruh jenis kenikmatan, yang siapapun berhasil menguasai dunia tidaklah akan mendapatkan kecuali hal tersebut.” ([16])

Dengan jiwa yang dipenuhi dengan qona’ah, dan keridhoan dengan segala rizqi yang Allah turunkan untuknya, maka keberkahan akan dianugrahkan kepadanya:

إن اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يبتلي عَبْدَهُ بِمَا أَعْطَاهُ فَمَنْ رضي بِمَا قَسَمَ الله عز وجل له بَارَكَ الله له فيه وَوَسَّعَهُ وَمَنْ لم يَرْضَ لم يُبَارِكْ له ولم يزده على ما كتب له. رواه أحمد والبيهقي وصححه الألباني

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizqi yang telah Ia berikan kepadanya. Barang siapa yang ridho dengan pembagian Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barang siapa yang tidak ridho (tidak puas), niscaya rizqinya tidak akan diberkahi.” (Riwayat Imam Ahmad dan dishohihkan oleh Al Albany)

Al Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menyebutkan: “Bahwa penyakit ini, (yaitu: tidak puas dengan apa yang telah Allah karuniakan kepadanya-pen) telah banyak didapatkan pada pemuja dunia, sehingga engkau dapatkan salah seorang dari mereka meremehkan rizqi yang telah dikaruniakan untuknya, merasa hartanya itu sedikit, buruk, serta mengagumi rizqi orang lain dan menggapnya lebih bagus dan banyak. Oleh karenanya ia akan senantiasa banting tulang untuk menambah hartanya, hingga akhirnya habislah umurnya, sirnalah kekuatannya, dan iapun menjadi tua renta (pikun) akibat dari ambisi yang tergapai dan rasa letih. Dengan itu ia telah menyiksa tubuhnya, mengelamkan lembaran amalannya dengan berbagai dosa yang ia lakukan demi mendapatkan harta kekayaan. Padahal ia tidaklah akan memperoleh selain apa yang telah Allah tentukan untuknya. Pada akhir hayatnya ia meninggal dunia dalam keadaan pailit, ia tidak mensyukuri apa yang telah ia peroleh, dan ia juga tidak berhasil menggapai apa yang ia inginkan.” ([17])

Oleh karena itu Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa menjaga kehormatan agama dan dirinya dalam setiap usaha yang ia tempuh guna mencari rizqi. Sehingga seorang muslim tidak akan menempuh melainkan jalan-jalan yang dihalalkan dan dengan tetap menjaga kehormatan dirinya.

Dari sahabat Hakim bin Hizam radhiallahu 'anhu, ia mengisahkan: Pada suatu saat aku pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliaupun memberiku, kemudian aku kembali meminta kepadanya, dan beliau kembali memberiku, kemudian aku kembali meminta kepadanya, dan beliaupun kembali memberiku, kemudian beliau bersabda: "Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini bak buah yang segar lagi manis, dan barang siapa yang mengambilnya dengan tanpa ambisi (dan tamak atau atas kerelaan pemiliknya), maka akan diberkahi untuknya harta tersebut. Dan barang siapa yang mengambilnya dengan penuh rasa ambisi (tamak), niscaya harta tersebut tidak akan diberkahi untuknya, dan ia bagaikan orang yang makan dan tidak pernah merasa kenyang. Tangan yang berada di atas lebih mulia dibanding tangan yang berada di bawah." Hakim melanjutkan kisahnya dengan berkata: Kemudian aku berkata: "Wahai Rasulullah, demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak akan meminta harta seseorang sepeninggalmu hingga aku meninggal dunia." (Muttafaqun ‘alaih)

Hadits ini menunjukkan bahwa sifat qona’ah, peras keringat sendiri untuk memenuhi kebutuhan, serta menempuh jalan yang baik ketika mencari rizqi akan senantiasa diiringi dengan keberkahan. Dan bahwa orang yang mencari harta kekayaan dengan ambisi dan keserakahan, sehingga ia tidak mengumpulkan dengan cara-cara yang dibenarkan, niscaya harta kekayaannya tidak akan pernah diberkahi, bahkan akan dihukumi dengan dihalangi dirinya dari kemanfaatan harta yang telah ia kumpulkan ([18])

Pada hadits lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan contoh nyata bagi pekerjaan yang terhormat dan tidak merendahkan martabat diri:

“Sungguh demi Dzat Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, seandainya salah seorang dari kamu membawa talinya, kemudian ia mencari kayu bakar dan memanggulnya di atas punggunya, lebih baik baginya daripada ia mendatangi orang lain, kemudian meminta-minta kepadanya, baik ia diberi atau tidak.” (Riwayat Bukhory)

وَالَّذِي نَفْسِي بيده لَأَنْ يَأْخُذَ أحدكم حَبْلَهُ فَيَحْتَطِبَ على ظَهْرِهِ خَيْرٌ له من أَنْ يَأْتِيَ رَجُلًا فَيَسْأَلَهُ أَعْطَاهُ أو مَنَعَهُ.

Pada hadits lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan wujud lain dari penjagaan terhadap kehormatan diri dan agama seseorang ketika bekerja, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من طلب حقا فليطلبه في عفاف واف أو غير واف.رواه الترمذي وابن ماجه وابن حبان والحاكم

“Barang siapa yang menagih haknya, hendaknya ia menagihnya dengan cara yang terhormat, baik ia berhasil mendapatkannya atau tidak.” (Riwayat At Tirmizy, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

Diantara metode yang diajarkan oleh Islam kepada umatnya agar usahanya diberkahi Allah Ta’ala dan mendatangkan keberhasilan ialah dengan menggunakan modal yang diperoleh dari jalan yang baik, serta diperoleh tanpa ambisi dan keserakahan:

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari hendak memberi umar bin Khatthab radhiallahu 'anhu suatu pemberian, kemudaian Umar berkata kepada beliau: "Ya Rasulullah, berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkannya daripada aku." Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: “Ambillah, lalu gunakanlah sebagai modal, atau sedekahkanlah, dan harta yang datang kepadamu sedangkan engkau tidak berambisi mendapatkannya tidak juga memintanya, maka ambillah, dan harta yang tidak datang kepadamu, maka janganlah engkau berambisi untuk memperolehnya.” Oleh karena itu dahulu Abdullah bin Umar tidak pernah meminta kepada seseorang dan tidak pernah menolak sesuatu yang diberikan kepadanya.” (Muttafaqun ‘alaih)

D. Istighfar/Bertaubat dari segala dosa.

Sebagaimana halnya perbuatan dosa adalah salah satu penyebab terhalangnya rizqi dari pelakunya, maka sebaliknya, taubat dan istighfar adalah salah satu penyebab rizqi datang dan diberkahi. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh nabi Nuh ‘alaihissalam kepada umatnya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا {10} يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا {11} وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا

Maka aku katakan kepada mereka: "Beristighfarlah kamu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirmkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (Qs. An Nuh: 10-12)

وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ

"Dan hendaklah kamu beristighfar kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadanya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tia-tiap orang yangmempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya." (Qs. Huud: 3)

Berdasarkan ayat ini dan juga lainnya ulama' ahli tafsir menjelaskan bahwa diantara manfaat istighfar dan taubat adalah mendatangkan kelapangan rizki, kebahagian hidup, terhindar dari berbagai bentuk petaka dan azab ([19]).

Pada ayat lain dalam surat yang sama, Allah menceritakan tentang Nabi Hud ‘alaihissalam bersama kaumnya:

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلاَ تَتَوَلَّوْاْ مُجْرِمِينَ

Dan (Hud berkata): "Hai kaumku, beristighfarlah kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (Qs. Hud: 52)

Ulama' ahli tafsir menyebutkan, bahwa akibat kekufuran dan perbuatan dosa kaum 'Aad, mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak seorang wanitapun yang bisa melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung selama beberapa tahun lamanya. Oleh karena itu nabi Huud 'alaihissalam memerintahkan mereka untuk bertaubat dan beristighfar, karena dengan keduanya Allah akan menurunkan hujan, dan mengaruniai mereka anak keturunan ([20]).

E. Menyambung Tali Silaturrahmi.

Diantara amal sholeh yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup kita ialah menyambung tali silaturrahim, yaitu menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang terjalin antara kita dan mereka hubungan nasab.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ. متفق عليه

“Barang siapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim.” (Muttafaqun ‘alaih).

Yang dimaksud dengan ditunda ajalnya ialah umurnya diberkahi, diberi taufiq untuk beramal sholeh, mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang berguna bagi kehidupannya di akhirat, dan terjaga dari menyia-nyiakan waktunya dalam hal yang tidak berguna. Atau menjadikan nama harumnya senantiasa dikenang orang. Atau benar-benar umurnya ditambah oleh Allah Ta’ala. ([21])

Sebagian dari kita -bila mendapatkan keberhasilan dalam usaha, sehingga memiliki rizqi yang berlebih dari kebutuhan- bukannya menyambung tali silaturrahim, akan tetapi malah memutusnya. Banyak dari kita yang siap untuk menjalin hubungan dengan siapapun, terkecuali dengan kerabat sendiri. La haula walaa quwwata illa billah.

F. Mencari Rizqi dari Jalan yang Halal.

Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta kita ialah harta tersebut diperoleh dari jalan-jalan yang halal.

“Janganlah kamu merasa bahwa rizqimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rizqi terakhir (yang telah ditentukan) untuknya, maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram.” (Riwayat Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim)

لا تستبطئوا الرزق ، فإنه لن يموت العبد حتى يبلغه آخر رزق هو له، فأجملوا في الطلب: أخذ الحلال، وترك الحرام.

Diantara hal yang akan menghapuskan keberkahan ialah berbagai bentuk praktek riba:

يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah." (Qs. Al Baqarah 276)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Allah Ta'ala mengabarkan bahwa Ia akan memusnahkan riba, maksudnya bisa saja memusnahkannya secara keseluruhan dari tangan pemiliknya atau menghalangi pemiliknya dari keberkahan hartanya tersebut. Dengan demikian pemilik riba tidak mendapatkan kemanfaatan harta ribanya, bahkan Allah akan membinasakannya dengan harta tersebut dalam kehidupan dunia, dan kelak di hari akhirat Allah akan menyiksanya akibat harta tersebut." ([22])

Penafsiran Ibnu Katsir ini semakna dengan hadits berikut:

إن الربا وإن كثر، عاقبته تصير إلى قل. رواه أحمد الطبراني والحاكم وحسنه الحافظ ابن حجر والألباني

“Sesungguhnya (harta) riba, walaupun banyak jumlahnya, pada akhirnya akan menjadi sedikit.” (Riwayat Imam Ahmad, At Thabrany, Al Hakim dan dihasankan oleh Ibnu Hajar dan Al Albany)

Bila kita mengamati kehidupan orang-orang yang menjalankan praktek-praktek riba, niscaya kita dapatkan banyak bukti bagi kebenaran ayat dan hadits di atas. Betapa banyak pemakan riba yang hartanya berlimpah ruah, hingga tak terhitung jumlahnya, akan tetapi tidak satupun dari mereka yang merasakan keberkahan, ketentraman dan kebahagiaan dari harta haram tersebut.

Diantara profesi atau pekerjaan yang diharamkan dan menghapuskan keberkahan dari penghasilan kita ialah sumpah palsu ketika bertransaksi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْحَلِفُ مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ .متفق عليه

“Sumpah itu akan menjadikan barang dagangan menjadi laris dan menghapuskan keberkahan.” (Muttafaqun ‘alaih)

Diantara metode mencari rizqi yang diharamkan dan tidak diberkahi ialah metode minta-minta, sebagaimana dikisahkan pada hadits berikut:

Dari sahabat Hakim bin Hizam radhiallahu 'anhu, ia mengisahkan: Pada suatu saat aku pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliaupun memberiku, kemudian aku kembali meminta kepadanya, dan beliau kembali memberiku, kemudian aku kembali meminta kepadanya, dan beliaupun kembali memberiku, kemudian beliau bersabda: "Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini bak bauh yang segar lagi manis, dan barang siapa yang mengambilnya dengan tanpa ambisi (dan tamak atau atas kerelaan pemiliknya), maka akan diberkahi untuknya harta tersebut. Dan barang siapa yang mengambilnya dengan penuh rasa ambisi (tamak), niscaya harta tersebut tidak akan diberkahi untuknya, dan ia bagaikan orang yang makan dan tidak pernah merasa kenyang. Tangan yang berada di atas lebih mulia dibanding tangan yang berada di bawah." Hakim melanjutkan kisahnya dengan berkata: Kemudian aku berkata: "Wahai Rasulullah, demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak akan meminta harta seseorang sepeninggalmu hingga aku meninggal dunia." (Muttafaqun ‘alaih)

Pada hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebagian dari dampak hilangnya keberkahan dari orang yang meminta-minta dengan bersabda:

ما يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ الناس حتى يَأْتِيَ يوم الْقِيَامَةِ ليس في وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ. متفق عليه

“Tidaklah seseorang terus-menerus meminta kepada orang lain, hingga kelak akan datang pada hari kiamat, dalam keadaan tidak sekerat dagingpun melekat di wajahnya.” (Muttafaqun ‘alaih) ([23])

G. Bekerja di waktu pagi.

Diantara metode agar keberkahan dari Allah dapat kita peroleh ialah dengan memupuk subur semangat untuk hidup sehat dan produktif serta menyingkirkan sejauh-jauhnya sifat malas. Yang demikian itu dengan cara memanfaatkan setiap waktu yang Allah karuniakan kepada kita pada hal-hal yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi hidup kita. Dan diantara waktu yang paling bagus untuk bekerja dan mencari rizqi ialah waktu pagi, oleh karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اللهم بارك لأمتي في بكورها. رواه أبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجة وصححه الألباني

“Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka.” (Riwayat Abu Dawud, At Tirmizy, An Nasai, Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Al Albani)

Para pensyarah hadits ini menyatakan bahwa hikmah dikhususkannya waktu pagi dengan doa keberkahan, adalah karena waktu pagi adalah waktu dimulainya berbagai aktifitas manusia, dan padanya seseorang merasakan semangat dan selesai dari beristirahat, oleh karenanya beliau mendoakan keberkahan pada waktu ini agar seluruh umatnya mendapatkan bagian dari doanya.

Sebagai penerapan langsung dari doanya ini, dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bila mengutus pasukan perang, beliau mengutusnya pada pagi hari, sehingga pasukan & dan peperangan tersebut menjadi pasukan dan peperangan yang diberkahi dan mendapatkan pertolongan serta kemenangan.

Contoh nyata kedua dari keberkahan waktu pagi ialah apa yang dilakukan oleh sahabat Shokher Al Ghomidy, beliau adalah sahabat yang meriwayatkan hadits ini dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah seorang pedagang, setelah ia mendengarkan hadits ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam iapun menerapkannya. Tidaklah ia mengirimkan barang dagangannya melainkan pada pagi hari, dan benar, keberkahan Allah dapat beliau peroleh, sehingga dinyatakan pada riwayat di atas, bahwa perniagaannyapun berhasil, hartanya melimpah ruah.

Berdasarkan hadits inipula sebagian ulama’ menyatakan bahwa tidur pada pagi hari adalah makruh hukumnya.

Hadits di atas juga merupakan bukti nyata bahwa agam Islam tidak mengajarkan kepada umatnya untuk hidup bermalas-malasan, lemah semangat, dan rendah cita-cita. Islam senantiasa mengajarkan kepada umatnya untuk hidup produktif, bermanfat, baik untuk diri sendiri atau orang lain, dan berjiwa besar dengan mewujudkan cita-citanya walau setinggi langit.

(على كل مسلم صدقة. قيل: أرأيت إن لم يجد؟ قال: يعتمل بيديه فينفع نفسه ويتصدق. قال: قيل: أرأيت إن لم يستطع؟ قال: يعين ذا الحاجة الملهوف. قال: قيل له: أرأيت إن لم يستطع؟ قال: يأمر بالمعروف أو الخير. قال: أرأيت إن لم يفعل؟ قال: يمسك عن الشر، فإنها صدقة). رواه مسلم

“Wajib atas setiap orang muslim untuk bersedekah." Dikatakan kepada beliau: "Bagaimana bila ia tidak mampu?" Beliau menjawab: "Ia bekerja dengan kedua tangannya, sehingga ia menghasilkan kemanfaatan untuk dirinya sendiri dan juga bersedekah." Dikatakan lagi kepadanya: "Bagaiman apabila ia tidak mampu?" Beliau menjawab: "Ia membantu orang yang benar-benar dalam kesusahan." Dikatakan lagi kepada beliau: "Bagaimana bila ia tidak mampu?" Beliau menjawab: "Ia memerintahkan dengan yang ma’ruf atau kebaikan." Penanya kembali berkata: "Bagaimana bila ia tidak (mampu) melakukannya?" Beliau menjawab: "Ia menahan diri dari perbuatan buruk, maka sesungguhnya itu adalah sedekah." (Riwayat Muslim)

Dan pada hadits lain, beliau bersabda:

المؤمن القوي خير وأحب إلي الله من المؤمن الضعيف وفي كل خير. احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز، وإن أصابك شيء فلا تقل: لو أني فعلت كذا وكذا، لكان كذا وكذا، ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان. رواه مسلم

“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dibanding seorang mukmin yang lemah, dan pada keduanya terdapat kebaikan. Senantiasa berusahalah untuk melakukan segala yang berguna bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau menjadi lemah. Dan bila engkau ditimpa sesuatu, maka janganlah engkau berkata: seandainya aku berbuat demikian, demikian, niscaya akan terjadi demikian dan demikian, akan tetapi katakanlah: Allah telah mentaqdirkan, dan apa yang Ia kehendakilah yang akan Ia lakukan, karena ucapan 'seandainya' akan membukakan (pintu) godaan syetan.” (Muslim)

Masih banyak lagi amalan-amalan yang akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan seorang muslim. Apa yang telah saya paparkan di atas hanyalah sebagai contoh. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan taufiq dan keberkahan-Nya kepada kita semua. Dan semoga pemaparan singkat ini dapat berguna bagi saya pribadi dan setiap orang yang mendengar atau membacanya. Tak lupa, bila pada pemaparan saya di atas ada kesalahan, maka itu adalah dari saya dan syetan, sehingga saya beristighfar kepada Allah, dan bila ada kebenaran, maka itu semua atas taufiq dan ‘inayah-Nya. Wallahu a’alam bis showaab.

-------------------------

Footnote:

[1] ) Ngalap berkah semacam ini adalah perbuatan yang diharamkan dalam Islam, karena keberkahan itu hanyalah milik Allah Ta’ala. Keberkahan yang terdapat pada selain para Nabi ‘alaihimussalaam adalah keberkahan yang diperoleh karena iman dan amalannya. Dengan demikian setiap orang yang beriman dan beramal sholeh, memiliki keberkahan sebesar iman dan amal sholehnya. Diantara dalil yang menunjukkan akan hal ini, ialah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

“Sesungguhnya diantara pepohonan ada pohon yang keberkahannya serupa dengan keberkahan seorang muslim.” (Riwayat Bukhory).

Para ulama’ menjelaskan bahwa keberkahan/kemanfaatan pohon kurma, serupa dengan keberkahan/ kemanfaatan seorang muslim, yaitu bersifat umum, sehingga dapat dirasakan dalam segala situasi dan kondisi dan dimanapun. (Lihat Fathul Bari 1/145-146)

Oleh karena itu metode untuk mendapatkan keberkahan seorang muslim ialah dengan meneladani iman dan amal sholehnya, bukan dengan mencium tangan, atau meminum bekas air minumnya, atau lainnya. Untuk lebih mengetahui tentang berbagai hal yang berkaitan dengan permaslahan tabarruk, silahkan baca kitab: Taisir Al Aziz Al Hamid, oleh Syeikh Sulaiman bin Abdillah hal 174-186.

[2] ) Al Misbah Al Munir oleh Al Faiyyumy 1/45, Al Qomus Al Muhith oleh Al Fairuz Abadi 2/1236, & Lisanul Arab oleh Ibnu Manzhur 10/395.

[3] ) Syarah Shohih Muslim oleh An Nawawi 1/225.

[4] ) Tafsir Ibnu Katsir 3/531.

[5] ) Al Jawabul Kafi karya Ibnu Qayyim 56.

[6] ) Zaadul Ma’ad oleh Ibnul Qayyim 4/363 & Musnad Imam Ahmad bin Hambal 2/296.

[7] ) Disebutkan dalam suatu hadits:

“Sesungguhnya salah seorang dari kamu disatukan penciptaannya di dalam kandungan ibunya selama empat puluh hari berupa nuthfah, kemudian berubah menjadi segumpal darah selama itu juga, kemudian berubah menjadi segumpal daging selama itu juga, kemudian Allah akan mengutus seorang malaikat, lalu malaikat itu diperintahkan dengan empat kalimat, dan dikatakan kepadanya: “Tulislah amalannya, rizqinya, ajalnya dan apakah ia sengsara atau bahagia, kemudian ia diperintahkan untuk meniupkan ruh padanya.” (Muttafaqun ‘alaih)

[8] ) Baca Tafsir Ibnu Katsir 2/76.

[9] ) Tafsir Ibnu Katsir 3/99.

[10] ) Baca Adhwa’ul Bayan oleh Syeikh Muhammad Al Amin As Syinqithy 4/197.

[11] ) Al Jawabul Kafi 56.

[12] ) Ma’alim At Tanzil, oleh Al Baghawy 1/97, Syarah Shahih Muslim oleh Imam An Nawawi 10/59, & Fathul Bari oleh Ibnu Hajar 6/411.

[13] ) Faidhul Qadir 5/437.

[14] ) Tafsir Al Qurthuby 13/206.

[15] ) Lihat Syarah Muslim oleh An Nawawi 8/399, dan Faidhul Qadir 5/642.

[16] ) Faidhul Qadir oleh Al Munawi 9/387.

[17] ) Idem 2/236.

[18] ) Syarah Shohih Bukhori oleh Ibn Batthol 3/48.

[19] ) Baca Tafsir Al Qurthuby 9/4, & Adhwaaul Bayan 2/267.

[20] ) Baca Tafsir At Thobary 15/359, dan Tafsir Al Qurthuby 9/51.

[21] ) Syarah Muslim oleh Imam An Nawawi 8/350 & ‘Aunul Ma’bud 4/102.

[23] ) Bagi yang ingin mendapatkan penjelasan yang lebih luas tentang hukum meminta-minta, silahkan baca buku: “Haramnya meminta-minta” karya Syeikh Muqbil bin hadi Al Wadi’i rahimahullah.

إنَّ من الشجر لما بركته كبركة المسلم. رواه البخاري إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ في بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نطفة ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذلك ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذلك ثُمَّ يَبْعَثُ الله مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ له: اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَشَقِيٌّ أو سَعِيدٌ ثُمَّ يُنْفَخُ فيه الرُّوحُ متفق عليه

[22] ) Tafsir Ibnu Katsir 1/328.

Sumber: alisamanhasan.blogspot.com via salafiyunpad.wordpress.com

Read More...